Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jalani Sidang Perdana, Suryanta cs Pakai Topi Khas Papua

Suryanta dan para mahasiswa asal Papua itu memakai kemeja berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam serta memakai topi khas Papua.

Jalani Sidang Perdana, Suryanta cs Pakai Topi Khas Papua
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
sidang Papua 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Suryanta Ginting dan lima mahasiswa Papua yakni Issay Wenda, Arina Elopere, Charles kossay, Ambrosius Mulait, dan Dano Tabuni, akan menjalani sidang kasus Kejahatan Terhadap Keamanan Negara.

Rencananya, sidang perdana beragenda pembacaan surat dakwaan digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, pada Senin (16/12/2019) siang.

Berdasarkan pemantauan, Suryanta sudah berada di ruang sidang sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka duduk di barisan depan kursi pengunjung sidang sambil menunggu sidang dimulai.

Baca: Pengamat Nilai Hukuman Mati Terhadap Koruptor Sulit Diwujudkan

Suryanta dan para mahasiswa asal Papua itu memakai kemeja berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam serta memakai topi khas Papua.

Sidang dihadiri penggiat hak asasi manusia dan teman-teman dari mahasiswa asal Papua tersebut.

Sebelum dimulainya sidang, teman-teman mahasiswa asal Papua itu saling berpelukan dengan para terdakwa. Di antara mereka ada yang menangis.

Setelah selesai berpelukan, para terdakwa itu saling berkumpul membentuk lingkaran. Mereka memanjatkan doa kepada Tuhan.

Majelis hakim memulai sidang sekitar pukul 12.40 WIB.

Untuk diketahui, sidang itu berlanjut ke "meja hijau" setelah Hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Agus Widodo menolak keseluruhan poin permohonan praperadilan yang diajukan oleh enam aktivis Papua.

Pada salah satu pertimbangannya, Hakim Agus Widodo menilai permohonan praperadilan cacat formil dan materil.

Hakim sempat menyinggung soal penggunaan 'Cq' dan institusi kepresidenan sebagai salah satu pihak termohon dalam permohonan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas