Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Banjir di Jakarta

Lima Tahun Jakarta Atasi Banjir, Ini Beda Cara Ahok dan Anies Baswedan Kendalikan Banjir

Dalam kurun lima tahun ini, terdapat perbedaan cara dalam pengendalian banjir antara Ahok dan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Lima Tahun Jakarta Atasi Banjir, Ini Beda Cara Ahok dan Anies Baswedan Kendalikan Banjir
kolase tribunnews
Beda Ahok dan Anies Baswedan dalam kendalikan banjir Jakarta 

Hal itu diungkapkan Ahok pada 2017. 

"Tetap normalisasi, sampai saya berhenti dari sini," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (3/5/2017) seperi diberitakan Kompas.com. 

Ahok seharusnya berhenti dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017.

Namun, belum sampai Oktober, Ahok mengundurkan diri sebagau Gubernur DKI pada 23 Mei 2017 karena kasus penodaan agama.

- Optimalisasi dan Perbaikan Pompa

Petugas gabungan memompa air dari Kali Sentiong ke Kali Sunter tepatnya di Pintu Air Honda 1, Rabu (25/7/2018)
Petugas gabungan memompa air dari Kali Sentiong ke Kali Sunter tepatnya di Pintu Air Honda 1, Rabu (25/7/2018) (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Selain melakukan normalisasi sungai, di masa pemerintahannya, Ahok juga menekankan perbaikan pompa-pompa yang rusak.

Ahok meminta kepada camat dan lurah agar mengawasi pompa di wilayahnya.

Hal itu ditekankan Ahok pada 2015. 

"Saya instruksikan seluruh lurah harus tahu persis seluruh kondisi pompa di wilayahnya, harus ditungguin itu pompa, masih ada minyaknya enggak, hidup jam berapa, mati jam berapa," kata Ahok di gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (19/12/2015) dikutip dari Kompas.com.

- Pengendalian Banjir Lewat Pembuatan Situ, Waduk, Embung dan Kanal

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas