Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Akan Banyak Saling Tuding Siapa yang Harus Dikambinghitamkan

Diketahui, banjir melanda hampir seluruh kawasan Ibukota dan sekitarnya, yakni Jabodetabek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pengamat: Akan Banyak Saling Tuding Siapa yang Harus Dikambinghitamkan
TribunMataram Kolase/ TribunJakarta/ Warta Kota/Henry Lopulalan
Daftar korban tewas banjir Jabodetabek bertambah menjadi 16 orang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai akan ada saling tuding untuk meng-kambinghitamkan perihal banjir yang terjadi di awal tahun 2020.

Diketahui, banjir melanda hampir seluruh kawasan Ibukota dan sekitarnya, yakni Jabodetabek.

Hujan yang terus mengguyur sejak Selasa (31/1/2019) hingga Rabu (1/1/2020) ditengarai menjadi penyebab banjir.

"Inilah lucunya politik kita ke depan. Akan banyak saling tuding soal siapa yang harus dikambing hitamkan soal banjir," ujar Adi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (2/1/2020).

Baca: BKN: ASN Kebanjiran Boleh Ajukan Cuti

Menurut Adi, banjir akan menjadi topik aktual dalam beberapa hari ke depan di semua lini berita, termasuk politik Indonesia.

Namun, ia melihat ada kecenderungan isu tersebut akan dilokalisir menjadi sebatas urusan gubernur DKI Jakarta dan bukannya urusan presiden.

Adi mengatakan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta akan menjadi pihak yang banyak diserang terkait banjir tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Isunya cenderung dilokalisir sebatas urusan gubernur Jakarta. Bukan urusan Jokowi di level nasional," kata dia.

"Padahal banjir terjadi dimana-mana dan bukan hanya di Jakarta. Anies akan menjadi satu-satunya gubernur yang bakal banyak diserang," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas