Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Jakarta

Posko Kesehatan di PGP Bekasi Minim Penerangan, Tindakan Medis Hanya Berbekal Cahaya Santer Ponsel

Sejumlah petugas kesehatan terpaksa melakukan tindak medis terhadap korban banjir dengan bantuan cahaya seadanya di Posko Kesehatan Bekasi

Posko Kesehatan di PGP Bekasi Minim Penerangan, Tindakan Medis Hanya Berbekal Cahaya Santer Ponsel
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Dokter sedang mengambil tindakan medis terhadap warga yang terluka akibat tertusuk pecahan kaca di Posko kesehatan bencana banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Posko kesehatan bencana banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, masih minim penerangan.

Sejumlah petugas kesehatan terpaksa melakukan tindak medis dengan bantuan cahaya seadanya.

Satu di antaranya tindakan medis terhadap warga Pondok Gede Permai bernama Yoga (18).

Diketahui, Yoga terluka dibagian kaki akibat menginjak paku saat berjalan menyusuri permukiman yang berlumpur tanpa alas kaki.

Baca: Catat! Besok Peristiwa Puncak Hujan Meteor Quadrantid, Cek Kapan Waktu Terbaik Melihatnya

Saat dibawa ke posko kesehatan, darah masih mengucur di kaki Yoga.

Akibatnya, Yoga membutuhkan tindakan medis cepat.

"Kena beling tapi belingnya masih nancap di kaki, karena berlumpur dia masih nempel," kata seorang saudara Yoga saat menemani di posko kesehatan.

Baca: Banjir Terjang Bekasi, Gedung SDN V Jati Rasa Porak Poranda

Di sana, Yoga mendapatkan tindakan medis oleh tiga tenaga dokter yang berasal dari tim kesehatan RS Saint Carolous dan tim kesehatan dari RS Jatiasih.

Mereka hanya berbekal dua cahaya lampu senter handphone yang dibantu keluarga korban.

Tim dokter pun memberikan penanganan mulai dari mencabut beling dari kaki hingga menyiramkan air alkohol ke kaki korban.

Terakhir, mereka menggunakan perban untuk menyumbat darah yang mengucur dari kaki Yoga.

Usai diberikan tindakan medis selama 10 menit, Yoga kembali bisa berjalan dan menemui keluarganya kembali.

"Ini obat dan salep kalau dikakinya masih sakit," kata seorang dokter yang mengobati Yoga.

Baca: Sambil Cium Tangan Mendagri Tito Karnavian, Pria Paruh Baya Korban Banjir Memohon Bantuan

Sebagai informasi, penerangan di posko kesehatan yang terletak di gudang BNPB, Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat memang tidak banyak.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, hanya terdapat satu cahaya yang menerangi seluruh gudang yang luasnya sekitar tiga kali lapangan futsal.

Cahaya tersebut terdapat di tengah gudang.

Terhitung sejak Jumat (3/1/2020) sore, terdapat 173 pengaduan sakit di posko kesehatan tersebut.

Warga yang paling banyak mengadu berumur di atas 40 tahun.

Adapun penyakit yang paling banyak dikeluhkan pengungsi ialah batuk, pilek, gatal dan darah tinggi.

Puluhan mobil ringsek

Puluhan mobil terlihat ringsek dan terguling setelah banjir melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (2/1/2020).

Pantauan Wartakota, puluhan mobil minibus ringsek penuh lumpur.

Sejumlah mobil juga terlihat terguling hingga bertumpuk antara mobil satu dengan lainnya.

Mobil minibus yang ringsek itu seperti Avanza, Xenia, Suzuki Ertiga, Carry, Mithsubisi Panter, Suzuki Baleno, KIA Picanto, Honda Brio, dan jenis mobil lainnya.

Baca: Rumahnya Terkena Banjir, Roy Marten Ungkap Kepanikan Gading Marten yang Sedang Berlibur di London

Berdasarkan pantauan dan hitungan Wartakota ada sekitar 27 mobil yang ringsek dan bertumpuk.

Tak hanya mobil, sejumlah sepeda motor juga ringsek dan terlihat berada di antara tumpukan mobil.

Amir (43) warga setempat mengatakan mobil itu diduga milik warga yang tak sempat dievakuasi saat banjir datang.

Baca: 5 Banjir Paling Dahsyat dalam Sejarah, Berlangsung 6 Bulan hingga Renggut Nyawa Jutaan Orang

"Itu kendaraan yang enggak sempat dievakuasi sama ditinggal pergi," ucap dia.

Dikarenakan arus deras, membuat mobil yang terparkir di dalam teras rumah keluar dan hayut terbawa arus banjir.

Puluhan mobil ringsek akibat terguling terseret arus air saat banjir
Puluhan mobil ringsek dan terguling terseret arus air saat banjir melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Kamis (2/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

"Mau gimana beratnya juga kan airnya deras. Mobilnya kebawa ke ombang-ombang, ada yang nabrak rumah ada juga bertumpuk gini," kata dia.

Baca: Kritik Ketua DPRD DKI ke Pemprov: Biaya Banjir Diefisiensi Enggak Betul Itu

Ia menambahkan banjir mulai surut di Perumahan Pondok Gede Permai sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

Sejumlah warga langsung membersihkan rumahnya yang penuh lumpur.

"Pagi jam 10 sudah mulai surut, ini lagi pada bersih-bersih. Semoga engga hujan deras lagi dan ga banjir lagi," ucap dia.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas