Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Karyawan TVRI Tuntut Perusahaan Bayar Hak yang Ditunggak Berbulan-bulan

Ia mengatakan, tunggakan hak pekerja ditenggarai lantaran ada kesalahan pengambilan kebijakan oleh direksi.

Karyawan TVRI Tuntut Perusahaan Bayar Hak yang Ditunggak Berbulan-bulan
Istimewa
Logo TVRI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Karyawan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Dhoni Kusmanhadji menginginkan perusahaan dapat segera membayarkan hak-hak pekerja yang ditunggak berbulan-bulan.

"Itu hak kami. Kami concern agar perusahaan segera membayarkannya. Banyak pekerja nggak bisa bayar cicilan, kami bekerja di media siang dan malam tapi ditunggak honor, tunjungan kerja sampai berbulan-bulan" kata Dhony saat dihubungi Tribun, Jumat (17/1/2020).

Ia mengatakan, tunggakan hak pekerja ditenggarai lantaran ada kesalahan pengambilan kebijakan oleh direksi.

Baca: Dewas TVRI: Helmi Yahya Tak Jelaskan Soal Pembelian Program Siaran Liga Inggris

"Misalnya juga soal hak siar Liga Inggris yang dibeli. Itu tanpa lapor, sementara itu uang rakyat. Dan itu harusnya dilaporkan ke dewan pengawas," ujar dia yang telah bekerja di TVRI sejak tahun 2001 ini.

Akibat hak-hak yang tak dipenuhi oleh perusahaan, para karyawan melaporkannya ke Dewan Pengawas (dewas) TVRI dan kemudian dewas mengambil tindakan, hingga berbuntut pada pemberhentian Direktur Utama Helmi Yahya.

Baca: Helmy Yahya Resmi Dipecat dari Jabatan Direktur Utama TVRI, Ia Adakan Konferensi Pers

"Karyawan melaporkannya ke dewan pengawas, dan dewas menindak direksi salah satunya dengan memecat direktur utama Helmi Yahya. Jadi enggak ada polemik antara dewas dan direksi itu, ya ada direksi salah, melaporakan ke dewas, dewas bertindak seperti itu," kata Dhony.

Sampai berita ini diturunkan, Tribun telah mencoba mengkonfirmasi kepada Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dan Ketua Dewas TVRI Arif Hidayat Thamrin, namun belum diberi tanggapan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas