Lutfi Mengaku Dipaksa Mengakui Perbuatannya: Saya Disuruh Duduk, Terus Disetrum
Dalam proses persidangan, Lutfi Alfiandi bercerita dia dipaksa mengaku melempar batu ke arah aparat.
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Ibu Lutfi: Saya Tidak Pernah Memukulnya
Sambil terisak, ibunda Lutfi, Nurhayati mengatakan dirinya baru tahu Lutfi disetrum saat pengakuannya di dalam sidang.
"Saya orangtuanya nggak pernah mukul sama sekali, saya baru tahu disetrum," ujarnya.
Nurhayati juga bercerita Lutfi sempat mengatakan dipukul oleh aparat.
Dia merasa Lutfi tidak ingin membuatnya menangis sehingga tidak berterus terang kepada ibunya.
Selanjutnya, Nurhayati berharap Lutfi bisa bebas Januari ini.
"Saya hanya ingin anak saya bebas kalau bisa Januari ini dia bebas, saya pengennya gitu."
Polisi Bantah Pengakuan Lutfi Alfiandi
Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya membantah pengakuan Lutfi Alfiandi soal dirinya yang dipukul dan disetrum saat pemeriksaan oleh polisi.
"Enggak mungkin (disetrum dan dipukul), kami kan polisi modern," kata Arsya, Selasa (21/1/2020) dikutip dari Kompas.com.
Arsya menambahkan, polisi saat itu mempunyai rekaman video Lutfi di lapangan saat kerusuhan berlangsung.
Atas dasar video itu, polisi mengamankan Lutfi.
"Kenapa dia ngaku? Karena setelah itu ditunjukan ada rekaman video dia di lokasi. Dia lempar batu, itulah petunjuk kenapa dia diamankan, bukan disetrum," jelasnya.
Arsya pun menegaskan cara setrum dan pemukulan saat pemeriksaan berlangsung tidak berlaku di Kepolisian.
"Enggak ada lagi polisi zaman sekarang begitu, enggak benar lah," kata Arsya.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)(Kompas.com/Singgih Wiryono/Bonfilio Mahendra Wahanaputra Ladjar)