Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Tangkap Pemain Film Layar Lebar Nani Darham Terkait Pengedaran Narkoba Kokain

Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan Nani ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis kokain.

Polisi Tangkap Pemain Film Layar Lebar Nani Darham Terkait Pengedaran Narkoba Kokain
Igman Ibrahim
Kombes Pol Yusri Yunus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan artis kembali tertangkap dalam pusaran peredaran narkoba.

Kali ini, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membekuk artis pemeran film Air Terjun Pengantin bernama Nani Darham.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan Nani ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis kokain.

Aksi Nani pertama kali terungkap berdasarkan informasi dari seorang pengacara bernama William Soerjonegoro dan rekannya berinisial JA.

Baca: Rio Reifan Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara

William dan rekannya ditangkap karena ketahuan memegang narkoba jenis kokain seberat 14,48 gram di lobi Apartemen Oakwood, Kuningan, Jakarta Selatan pada 2 Februari 2020 silam.

"Ditemukan seberat 14,86 gram kokain. Kemudian, tim menggeledah rumah yang bersangkutan (JA) ditemukan lagi kokain seberat 8,12 gram dan ditemukan 9 butir happy five," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Baca: Polisi Bongkar Penampungan PSK di Bawah Umur, Ditampung di Apartemen hingga Gunakan KTP Palsu

Saat dimintai keterangan, baik William dan JA mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang artis bernama Nani Darham.

Dari sana, polisi pun menggerebek apartemen milik Nani yang terletak di Apartemen Verde Tower, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Penangkapan terhadap NAD dan melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sesuai sabu 0,88 gram," tukas dia.

Baca: Ricuh, Pendukung Mulfachri Minta Kongres PAN Diboikot

Ke depan, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya masih mengembangkan kasus soal peredaran narkoba tersebut.

Satu di antaranya dengan mencari pemasok atau bandar narkoba yang memberikan kepada ketiganya.

Adapun, atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka, diancaman penjara maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas