Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Respons Politikus PKS Terkait Wacana Pelarangan Ondel-Ondel Dipakai Mengamen

Abdurrahman Suhaimi setuju soal pembinaan kepada mereka yang berkecimpung di dunia kesenian betawi, khususnya ondel-ondel.

Respons Politikus PKS Terkait Wacana Pelarangan Ondel-Ondel Dipakai Mengamen
Danang Triatmojo
Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi saat ditemui di Nuansa Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019). 

Pemprov DKI lanjut Suhaimi, perlu mengomunikasikan soal rencana pelarangan dan pembinaan para seniman ondel-ondel dengan pemerintah kota/kabupaten di sekitar Jakarta.

"Masalah ini harus diurus bersama-sama, agar kesenian betawi tetap terjaga dan lestari," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi E DPRD DKI yang membidangi Kesejahteraan Rakyat mengusulkan ada revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi.

DPRD berencana memasukkan salah satu klausul soal pelarangan kesenian budaya betawi, yakni ondel - ondel untuk dipakai mengamen.

Baca: Gerah Ondel-Ondel Dipakai Mengamen, DPRD DKI Wacanakan Revisi Perda Kelestarian Budaya Betawi

Keinginan ini telah disampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Wardhana dalam rapat kerja bersama Komisi E di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

"Itu tadi kita kasih masukan ke mereka di revisi nih Perda kebudayaan ondel-ondel ini. Kita kan sudah punya Perda-nya di situ dimasukkan salah satu klausul bahwa ondel-ondel tidak boleh dipakai untuk ajang ngamen," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Iman Satria saat ditemui usai rapat.

Rencana merevisi Perda ini dilatar belakangi maraknya penyalahgunaan kesenian betawi itu untuk mencari nafkah di jalanan. Padahal ondel - ondel jadi salah satu ikon kota Jakarta yang megah dan sakral.

Iman mengaku miris melihat fenomena tersebut marak tumbuh di tengah masyarakat. Maka untuk mencegah wabah itu kian meluas, DPRD DKI usul revisi Perda 4/2015.

"Sekarang kan kita miris, kita lihat dipinggir jalan ondel - ondel yang jadi icon yang megah, ditaruh di ruang rapat paripurna tiba - tiba dibawa ke jalanan untuk mengemis. Bukan melarang, tapi memang tidak patut jadi ajang mengamen," ungkap dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas