Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov DKI Bongkar Semua Saluran Air

Prasetio Edi Marsudi meminta Pemprov DKI secara kontinu membersihkan tali-tali saluran air sebagai mitigasi banjir di waktu ke depan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ketua DPRD DKI Minta Pemprov DKI Bongkar Semua Saluran Air
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di kawasan revitalisasi Monas selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Pemprov DKI secara kontinu membersihkan tali-tali saluran air sebagai mitigasi banjir di waktu ke depan.

Ia meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI terus bekerja, membongkar semua saluran, mengeruk sedimentasi hingga membersihkan sampah-sampah yang mungkin tersangkut di dalamnya.

Apalagi penyebab genangan air pada Selasa (25/2/2020) kemarin disebut merupakan hujan lokal dan bukan berasal dari air kiriman.

"Ke depan Dinas SDA harus turun ke lapangan, bongkar semua saluran dan tali air, karena pasti ada kotoran. Drainase seperti ini memang harus dibersihkan supaya airnya lancar," ujar Prasetio kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Baca: Jakarta Banjir Lagi, Johny Simanjuntak Kritik Kinerja Anies: Gubernur Sekarang Kiblatnya Kacau

Prasetio menyebut genangan air di sejumlah wilayah di Jakarta terjadi karena hal yang sama. Utamanya ialah buruknya tali dan saluran air.

Hal ini mengakibatkan Jakarta selalu banjir setiap hujan turun. Padahal dulu hanya terjadi pada siklus lima tahunan.

"Kalau dulu, banjir itu setiap lima tahun sekali. Kalau sekarang setiap turun hujan banjir. Ini harus diambil suatu tindakan,” ucap dia.

Baca: Sebut Banjir Jakarta Selalu di Hari Libur, Rahmat HS: Sekarang Selasa, Mungkin Doa Kurang Khusyuk

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak 400 lebih pompa mobile yang dimiliki Pemprov DKI mestinya disiagakan dan dipastikan fungsinya sebelum hujan melanda ibu kota. Bukan justru mengoperasikannya setelah banjir melanda.

"Kalau mesinnya siap saya rasa banjirnya tidak akan seperti ini. 400-an lebih lho, masa tidak bisa menyedot banjir di Jakarta," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas