Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tersangka Penimbun Masker Ilegal di Cakung Terancam 5 Tahun Penjara

Mereka adalah YRH sebagai penanggung jawab, EE penjaga gudang, D operator mesin, S dan LF sebagai sopir dan F, DK, SL, SF, ER sebagai pekerja.

Tersangka Penimbun Masker Ilegal di Cakung Terancam 5 Tahun Penjara
Igman Ibrahim
masker ilegal 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka penimbun dan produksi masker di Cakung, Jakarta Utara, terancam 5 tahun penjara. Dalam kasus ini, pihak kepolisian menetapkan 10 orang tersangka.

Mereka adalah YRH sebagai penanggung jawab, EE penjaga gudang, D operator mesin, S dan LF sebagai sopir dan F, DK, SL, SF, ER sebagai pekerja.

"Kita akan kenakan pasal berlapis buat para pelaku-pelaku ini. Ancamannya adalah 5 tahun penjara ke atas dan denda 50 miliar," kata Yusri usai menggerebek gudang masker ilegal di central Cakung Blok I Nomor 11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rototan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (28/2/2020).

Baca: Polisi Gerebek Gudang Penimbun 30 Ribu Masker di Cakung

Pelaku disangkakan telah melanggar pasal 197 subsider 196 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Selain itu, pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Ke depan, Yusri mengungkapkan, bukan tidak mungkin pelaku juga dikenakan pasal mengenai Undang-Undang Hak Cipta. Pasalnya, masker yang diproduksi pabrik tersebut tidak memiliki izin dari Kementerian Kesehatan.

"Masker ini memang palsu, tidak ada standar dari standar nasional Indonesia atau SNI. Saya sudah katakan tadi bahwa aturan untuk masker seperti ini harusnya ada antivirus ditengah-tengahnya, tapi ini nggak ada sama sekali anti pelindungnya," jelas dia.

Baca: Omzet Pabrik Penimbun Masker Ilegal di Cakung Mencapai Rp 200 Juta Per Hari

"Apakah ada kemungkinan juga HKI-nya nanti akan kita pelajari semuanya, kita akan gelarkan semuanya kalau memang memenuhi unsur," pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan dan produksi masker ilegal di pergudangan central Cakung Blok I Nomor 11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rototan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (28/2/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, penggerebekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat soal kelangkaan masker akibat adanya wabah virus corona. Akibatnya, harga masker di pasaran melambung tinggi hingga 15 kali lipat.

Baca: Penjara Ditutup, KJRI Hong Kong Belum Temui WNI yang Curi Ribuan Masker

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas