Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Pelaku Rayu Korban Pakai Uang Hingga Perlihatkan Video Porno

Saat ditangkap, tersangka pencabulan mencoba melarikan diri hingga akhirnya aparat kepolisian menembak pelaku di bagian kaki.

Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Pelaku Rayu Korban Pakai Uang Hingga Perlihatkan Video Porno
IST
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolsek Cilincing Kompol Imam Tulus Budiono membeberkan rayuan yang dilakukan tersangka IW hingga bisa mencabuli anak berkebutuhan khusus di Cilincing, Jakarta Utara.

Ia menuturkan, pelaku diketahui memperlihatkan video porno kepada anak di bawah umur tersebut.

"Awal mulanya, tersangka memperlihatkan video porno. Sehingga film porno itu diperlihatkan ke korban, korbannya terangsang dan karena memang dia sudah akhil balik, diajaklah sama tersangka ini untuk melakukan persetubuhan," kata Imam kepada awak media di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020).

Baca: Kena Prank! Irish Bella Syok Ammar Zoni Buat Tato, Menangis hingga Lapor Ayah Mertua

Baca: Italia Isolasi 16 Juta Warga Terkait Virus Corona, 1.239 WNI Terpantau Aman

Baca: Fakta tentang Xanax, Jenis Psikotropika yang Ditemukan di Rumah Ririn Ekawati Saat Penggeledahan

Tak hanya itu, imbuh Imam, pelaku juga diketahui menjanjikan uang sebesar Rp 200 ribu kepada korbannya.

Namun, uang itu pun tidak diberikan sepenuhnya oleh pelaku.

"Dilakukannya di rumah kosong dan dijanjikan uang Rp 200 ribu. Namun hanya diberikan Rp 20 ribu," ungkap dia.

Lebih lanjut, Ia menyebut, tersangka merupakan tetangga dari korban. Kepada pihak kepolisian, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan bejatnya tersebut selama tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

"Dilakukan berulang kali sehingga korban melaporkan kepada orang tuanya. Orang tuanya melaporkan ke Polsek Cilincing," pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam dijerat Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, pihak kepolisian menangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial IW di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Senin (9/3/2020). Anak yang dicabuli itu merupakan anak yang berkebutuhan khusus.

Saat ditangkap, tersangka mencoba melarikan diri hingga akhirnya aparat kepolisian menembak pelaku di bagian kaki.

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas