Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gara-gara Corona, Pendapatan Pengemudi Ojol Turun, Sehari Biasanya Rp 200 Ribu, Kini Cuma Rp 50 Ribu

Padahal tidak sedikit dari warga yang menjadikan profesi ojol, sebagai mata pencaharian utama untuk menghidupkan keluarganya.

Gara-gara Corona, Pendapatan Pengemudi Ojol Turun, Sehari Biasanya Rp 200 Ribu, Kini Cuma Rp 50 Ribu
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SEMPROT DISINFEKTAN - Puluhan ojek online (Ojol) saat disemprot disinfektan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 (Corona Virus) Provinsi Jawa Timur sebagai mengantisipasi penularan Covid-19 di depan Gedung Negara Grahadi, JL Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (22/3). Penyemprotan desinfektan untuk kendaraan transportasi roda dua sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) tak hanya  berdampak pada kesehatan dan jiwa manusia. 

Namun juga mempengaruhi perekonomian warga, terutama yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol).

Kampanye 'di rumah aja' yang terus digaungkan untuk mencegah penularan corona membuat orderan penumpang ojol menurun drastis.

Padahal tidak sedikit dari warga yang menjadikan profesi ojol, sebagai mata pencaharian utama untuk menghidupkan keluarganya.

Penurunan mobilisasi pekerja maupun anak sekolah akibat merebaknya pandemi corona, berimbas pada sepinya orderan penumpang.

Baca: Andre Taulany Prank Jadi Driver Ojol Minta Selfie, Ari Lasso: Orang Gila, Tetap Jangan Peluk

Spot-spot seperti terminal dan stasiun adalah area utama para pengemudi ojol mencari penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju kantor maupun rumah.

Kini melalui sejumlah kebijakan, pemerintah berusaha menekan laju mobilisasi warga agar tetap berada di rumah dengan mengurangi armada angkutan kereta maupun bus.

Akibatnya, penumpang bus dan kereta menurun hingga ribuan pengemudi ojol hanya bisa gigit jari mengandalkan sisa penumpang yang ada sambil berharap dapat order.

Tidak sedikit dari mereka yang hanya duduk-duduk di sekitaran stasiun atau shelter ojol sambil sesekali melihat ponsel berharap order penumpang masuk.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas