Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Bus Transjakarta Hanya Boleh Angkut 40 Penumpang Selama PSBB

Hal tersebut mengacu Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB yang baru dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Bus Transjakarta Hanya Boleh Angkut 40 Penumpang Selama PSBB
Tribunnews/JEPRIMA
Bus Trans Jakarta saat melintasi kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2020). PT TransJakarta mengumumkan perubahan jam operasional selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku pada Jumat (10/4) menjadi pukul 06.00-18.00 WIB. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain kereta api, pemerintah juga akan melakukan pembatasan penumpang terhadap pelayanan Transjakarta selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang dimulai pada Jumat (10/4/2020) hingga 14 hari ke depan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kuota maksimal penumpang yang bisa diangkut oleh TransJakarta juga akan dikurangi sebesar 50 persen.

Aturan ini juga berlaku pada transportasi bus lainnya.

Hal tersebut mengacu Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB yang baru dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

"Untuk pelayanan Transjakarta dengan pelayanan single bus, saat ini dalam kondisi normal penumpangnya 86 orang. Sesuai dengan Pergub, menjadi 40 penumpang," kata Syafrin di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2020).

Baca: PSBB di Jakarta: KRL dan MRT Hanya Boleh Angkut 60 Penumpang Per Gerbong, LRT 40 Penumpang

Dia mengatakan, operasional dari transportasi tersebut juga dibatasi menjadi dimulai pada 06.00-18.00 WIB.

"Untuk operasional Angkutan Umum Dalam Trayek Tetap dan Teratur apakah itu perkereta apian maupun angkutan kendaraan bermotor ini dimulai jam 06.00-18.00 WIB," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, pemerintah juga membatasi daya angkut transportasi umum dengan moda kereta api.

Kesanggupan daya angkut penumpang per gerbong kereta akan dikurangi separuhnya.

"MRT dan KRL akan disesuaikan kapasitasnya menjadi 60 penumpang per gerbong. Contoh MRT ada 6 rangkaian maka satu kali Ratanggga bergerak itu kapasitas maksimum yang bisa diangkut hanya 360 orang," ungkap dia.

Sementara KRL Jabodetabek, kata dia, kapasitas maksimum yang bisa diangkut adalah sebanyak 600 penumpang.

Dengan hitungan, 60 orang penumpang per gerbong.

"KRL Jabodetabek mulai hari ini sesuaikan kapasitasnya yaitu 60 penumpang per gerbong. Sehingga jika ada 10 rangkaian berjalan maka ada 10 gerbong, maka total yang bisa diangkut hanya 600 penumpang," jelasnya.

Sedangkan untuk LRT, Syafrin mengatakan, total kapasitas penumpang yang bisa diangkut hanya 80 penumpang selama masa PSBB.

"LRT juga sudah disesuaikan maksimum hanya 40 penumpang per gerbong, sehingga satu rangkaian yang terdiri dari 2 gerbong hanya bisa mengangkut 80 penumpang," pungkasnya.  

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas