Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ikut Keputusan Pemerintah, Polisi Izinkan Pengemudi Ojol Angkut Penumpang Selama PSBB

Pengemudi ojek online (ojol) akan diperbolehkan angkut penumpang lagi selama PSBB.

Ikut Keputusan Pemerintah, Polisi Izinkan Pengemudi Ojol Angkut Penumpang Selama PSBB
Tribunnews/JEPRIMA
Pengemudi ojek online saat menunggu orderan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020). Berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta mulai 7 April 2020, pemerintah melarang transportasi daring khususnya sepeda motor untuk mengangkut penumpang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi akan mengikuti aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan yang menyatakan sepeda motor telah diperbolehkan membawa penumpang di wilayah Jakarta yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan dengan demikian pengemudi ojek online (ojol) akan diperbolehkan angkut penumpang lagi selama PSBB. 

Syaratnya, mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang diatur pemerintah.

"Saya akan mengacu kepada apa yang telah disampaikan oleh juru bicara departemen perhubungan ibu Aditya kalau tidak salah yang mengatakan bahwa ojol boleh mengangkut penumpang," kata Sambodo kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Baca: Selain Berbenturan dengan Permenkes, Permenhub Ojol Boleh Narik Saat PSBB Juga Ambigu

Ia mengatakan, pihaknya tak menampik sempat terdapat dualisme terkait boleh atau tidaknya pengemudi ojol mengangkut penumpang selama PSBB.

Namun pihaknya akan mengikut apa yang telah diputuskan pemerintah.

 "Disitu memang ada dualisme di satu sisi di beberapa juru bicara kemenhub bahwa ojol boleh mengangkut penumpang, tapi disatu sisi di dalam peraturan menhub, silahkan dibaca itu juga jelas ojol hanya diperbolehkan hanya mengakut barang," jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait adanya kesesuaian aturan baru tersebut.

"Kita akan diskusikan ini dengan dishub sehingga nanti ada kesesuaian langkah dengan instansi terkait khususnya untuk pemberlakuan di DKI Jakarta," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Permenhub tersebut telah ditetapkan oleh Menhub Ad Interim Bapak Luhut Binsar Pandjaitan pada 9 April 2020. Salah satu aturannya terkait pengendalian transportasi pada wilayah yang telah ditetapkan PSBB.

Dalam aturan tersebut, kendaraan baik sepeda motor atau kendaraan roda empat boleh mengangkut penumpang asalkan mengikuti protokol kesehatan. Aturan ini berlaku untuk kendaraan pribadi, operator sarana dan prasarana transporasi darat, kereta api, laut dan udara.

“Untuk sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan seperti melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah selesai digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2020).

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas