Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Korban Penculikan Anak Update di Medsos, Bareskrim Berhasil Tangkap Pelaku di Cikarang

Subdit Cyber Bareskrim Polri berhasil meringkusnya saat menyamar jadi sopir tembak di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Korban Penculikan Anak Update di Medsos, Bareskrim Berhasil Tangkap Pelaku di Cikarang
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
TERSANGKA - SDA dikawal Polisi di halaman Polresta Yogyakarta untuk menjalani proses hukum akibat tindakan percobaan penculikan dan pelecehan gadis enam tahun, Minggu (15/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perburuan pada tersangka penculikan anak inisial JP alias AS (48) berakhir sudah.

Subdit Cyber Bareskrim Polri berhasil meringkusnya saat menyamar jadi sopir tembak di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan selama ini pelaku sengaja hidup berpindah-pindah demi kabur dari kejaran petugas.

Baca: BNPB Sebut Ego Sektoral Jadi Kendala Gugas Dapatkan Data Pasien Covid-19

"Pelaku ini hidup pindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Bahkan kadang bermalam di masjid atau SPBU supaya tidak terlacak," ujar Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Rabu (13/5/2020).

Beruntung berkat unggahan korban penculikan di media sosial, pelaku terlacak berada di daerah Sentra Grosir Cikarang (SGC). Akhirnya dilakukan penangkapan pada Selasa (12/5/2020) sore kemarin.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyelamatkan dua korban penculikan anak dibawah umur yakni RTH (12) yang diculik di Tanjung Priok dan JNF (13) yang diculik pada 11 April 2020 di Cilangkap, Cipayung‎, Jakarta Timur.

Baca: Beredar Surat Ormas Minta THR di Bekasi

"Selama ini pelaku hidup berpindah-pindah bersama korban RTH yang umurnya 12 tahun. Ketika diculik dia masih umur 8 tahun, berarti sudah empat tahun dibawa oleh pelaku," tutur Ahmad Ramadhan.

Pengungkapan kasus ini, diungkap Ahmad Ramadhan berawal dari laporan penculikan orang tua JNF ke Polres Jakarta Timur.

Baca: FAKTA Pesawat Jatuh di Danau Sentani, Pilot Joice Lin Ternyata Sarjana TI dan Sempat Teriak May Day

Lanjut Cyber Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan penelusuran setelah adanya permohonan bantuan dari Kapolres Metro Jakarta Timur.

"Modusnya pelaku berpura-pura mengajak korban dengan dalih untuk mencari anaknya. Kemudian korban diajak berkeliling menggunakan angkot serta dijanjikan diberi motor. Motifnya, selama berada di kekuasaan pelaku, kedua korban diekspolitasi secara ekonomi mulai dari diajak mengemis, mengamen dan diekspolitasi secara seksual," imbuhnya.

Baca: Roy Kiyoshi Akui Sudah Ramal Dirinya Akan Ditangkap, Laode M Syarief Beri Sindiran Menohok

Lebih lanjut, ‎ penyidik bakal melakukan pemeriksaan visum pada kedua korban, pendampingan psikologi anak serta dilakukan rapid test. Kini kedua korban sudah dikembalikan bersama dengan orang tua masing-masing.

Sementara pelaku dijerat dengan Pasal 332 KUHP dan Pasal 76 e juncto Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 36 KUHP soal pencurian kendaraan bermotor dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.

Menurut pelacakan penyidik, pelaku pernah pula melakukan hal serupa, penculikan dan pencabulan terhadap tetangganya di Bekasi Selatan lalu dilaporkan ke Polres Bekasi pada 25 Maret 2020.

Barang bukti yang disita dari tangan pelaku yakni dua unit motor diduga hasil curian, dua helm ojek online untuk penyamaran, dua plat nomor kendaraan roda dua diduga palsu dan satu jaket ojek online.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas