Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Tengah Pandemi, Kadin dan KKP Bagikan 2.000 Paket Sembako ke Nelayan Muara Baru

Tidak hanya nelayan, sembako juga diberikan kepada para Anak Buah Kapal (ABK) dan tim kebersihan pelabuhan.

Di Tengah Pandemi, Kadin dan KKP Bagikan 2.000 Paket Sembako ke Nelayan Muara Baru
WARTA KOTA/henry lopulalan
TEMPAT PELELANGAN IKAN-Para pedagang sedang mengelar dagangannya di tempat pelelangan, di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin(24/2/2019). Ikan yang yang di ambil dari gudang tidak mempengaruhi kebutuhan suplai ikan.-Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan 2.000 paket sembako dan olah ikan untuk nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta.

Kegiatan itu merupakan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, sebagai salah satu upaya membantu nelayan di tengah pandemi Covid-19 yang didukung para pelaku usaha di Kadin.

“Kami ingin ikut aktif berpartisipasi dan mendukung program pemerintah dalam penyerahan bantuan untuk nelayan seperti ini. Sebagian dari bantuan adalah hasil penggalangan dari teman-teman Kadin,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto dalam keterangan resminya, Senin (18/5).

Bantuan paket sembako itu terdiri dari beras, gula, mi instan, minyak goreng, produk-produk perikanan dan juga masker.

Tidak hanya nelayan, sembako juga diberikan kepada para Anak Buah Kapal (ABK) dan tim kebersihan pelabuhan.

Yugi mengatakan, bantuan paket sembako dan produk perikanan diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, pengusaha dan nelayan.

Meskipun pandemi Covid-19 cukup berimbas pada perekonomian dan juga sektor usaha kelautan dan perikanan, pihaknya berharap nelayan tetap produktif dan bekerja dengan giat.

“Memang sekarang ini kondisinya sedang tidak kondusif ya, semuanya terimbas. Pengusaha hingga nelayan juga. Saya dapat laporan, banyak dari mereka kesulitan menjual hasil tangkapan, demikian juga pengusaha agak kesulitan karena tujuan market-nya berkurang. Kami juga sudah menyampaikan ke pemerintah untuk dapat menyerap hasil produksi nelayan,” kata Yugi.

Dia mengatakan, selain susahnya mencari pembeli, saat ini nelayan dihadapkan pada permasalahan gejolak harga yang tidak stabil terhadap hasil tangkapan. Sehingga, hal ini menyebabkan pendapatan nelayan yang ikut menurun.

Baca: Geng 97 Line, Jungkook BTS hingga Jaehyun NCT jadi Member, Awal Perkenalan hingga Punya Grup Chat

Baca: Gara-gara Warga Buka Plastik Jenazah dan Makamkan Tanpa Baju Hazmat, Kecamatan Ini Jadi Klaster Baru

“Upaya yang diperlukan saat ini adalah bagaimana membuat iklim usaha kelautan dan perikanan tetap terjaga. Kami, dari pengusaha optimistis bisa melalui tantangan ini. Kita harapkan nelayan pun demikian. Kami harapkan pemerintah bisa memperhatikan semua aspek dari hulu sampai hilir, agar dampak Covid-19 bisa diminimalisir,” tandasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas