Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Beroperasi Mulai 8 Juni, Driver Ojol Wajib Pakai Atribut dan Masker

Dalam keputusan tersebut, selama beroperasi, ojek online wajib menggunakan atribut sesuai perusahaan aplikasinya.

Beroperasi Mulai 8 Juni, Driver Ojol Wajib Pakai Atribut dan Masker
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengendara ojek online (ojol) mengatarkan barang atau pesanan makanan dan minuman melintas di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020). Jasa ojol selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi virus corona (Covid-19) hanya melayani pengiriman barang atau mengantar pesanan makanan dan minuman. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta, ojek online (ojol) dan ojek pangkalan diperbolehkan beroperasi mulai Senin (8/6/2020).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Dinas Perhubungan DKI Jakarta tentang pengendalian sektor transportasi untuk pencegahan Covid-19 pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif yang diteken oleh Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo pada Jumat (5/6/2020).

“Mulai beroperasi pada tanggal 8 Juni 2020,” bunyi keputusan tersebut dalam diktum ketiga.

Dalam keputusan tersebut, selama beroperasi, ojek online wajib menggunakan atribut sesuai perusahaan aplikasinya.

SETIAP HARI - Karyawan Bank Fama International membagikan makan untuk berbuka puasa kepada pengendara ojek online di halaman kantornya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (11/5/2020). Sebanyak 300 dus makan berbuka puasa dibagikan setiap hari dari 27 April hingga 20 Mei 2020, kepada pengendara ojek online, penyapu jalanan, supir taksi, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan, pengemis, dan pemulung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
SETIAP HARI - Karyawan Bank Fama International membagikan makan untuk berbuka puasa kepada pengendara ojek online di halaman kantornya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (11/5/2020). Sebanyak 300 dus makan berbuka puasa dibagikan setiap hari dari 27 April hingga 20 Mei 2020, kepada pengendara ojek online, penyapu jalanan, supir taksi, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan, pengemis, dan pemulung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Selain itu, ojol maupun ojek pangkalan juga wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), yakni masker dan hand sanitizer saat membawa penumpang.

Lalu, ojol tidak diizinkan beroperasi di wilayah yang telah ditetapkan dalam pengendalian ketat berskala lokal.

Aplikator juga diminta menerapkan pengaturan geofencing penggunaan jaringan satelit Global Positioning System (GPS) sehingga tidak beroperasi di wilayah pengendalian ketat berskala lokal tersebut.

Kemudian, pengemudi ojol dan ojek pangkalan juga diminta menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang.

“Melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang,” tulis aturan tersebut.

Jika ojol dan ojek pangkalan melanggar aturan yang telah ditetapkan tersebut dikenakan denda Rp 100.000 dan paling banyak Rp 500.000.

Kemudian, kerja sosial membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi.

“Tindakan penderekan ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang telah disiapkan Dishub DKI Jakarta. Keputusan ini berlaku pada masa penetapan masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif,” bunyi ketentuan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ojol Boleh Beroperasi Mulai 8 Juni, Pengemudi Wajib Pakai Atribut dan Masker"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas