Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Cara Polisi Mengurai Kemacetan Selama PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihak kepolisian telah mengantisipasi sejumlah titik yang bakal terjadi kemacetan.

Cara Polisi Mengurai Kemacetan Selama PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Arus lalu lintas di Jalan S Parman, Jakarta Barat sore ini macet menuju Grogol, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DKI Jakarta masih belum menggunakan kebijakan ganjil genap dalam PSBB masa transisi kali ini. Namun demikian, kepolisian memiliki cara untuk tetap menjaga situasi lalu lintas ibu kota tetap berjalan lancar.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihak kepolisian telah mengantisipasi sejumlah titik yang bakal terjadi kemacetan. Nantinya setiap jam kepadatan, personel yang diturunkan akan lebih banyak dari biasanya.

"Langkah kita mengurai kemacetan saat ini kita akan tempatkan Polantas di titik-titik rawan khusus pada pagi hari dan petang anggota kita tambah dari yang bertugas di bagian administrasi dan pelayanan," kata Sambodo kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Baca: Di Tengah PSBB Transisi, Warga Kemayoran Tawuran Pagi Tadi

Selain menambah jumlah personel di titik rawan kemacetan, kepolisian juga akan memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Di antaranya contra flow yang bakal diberlakukan di tol dalam kota.

"Contra flow di tol sudah kita lakukan. Contohnya contra flow di Antasari kita buka lebih pagi," jelasnya.

Baca: Kakorlantas Wajibkan Semua Polisi Lalu Lintas Pakai Masker dan Face Shield Saat Bertugas

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menyebutkan pihak kepolisian juga akan memberlakukan pengalihan arus jalan jika mulai terjadi kepadatan di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan.

"Langkah kepolisian menangani kemacetan tanpa gage tentunya situasional. Biasanya dilakukan dengan rekayasa arus lalin misalkan buka tutup dan alih arus," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya akan mengevaluasi volume lalu lintas usai pemerintah provinsi DKI Jakarta memberikan sejumlah kelonggaran sejumlah sektor untuk kembali aktivitas di luar rumah dalam sepekan ke depan. Nantinya, pihaknya akan memutuskan apakah akan menerapkan kembali ganjil genap di ibu kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan evaluasi volume lalu lintas akan diputuskan paling lambat 13 Juni 2020 mendatang.

"Kami pastikan untuk waktu sekitar tanggal 12 atau 13. Nanti akan ada keputusan apa nanti ganjil-genap bisa diberlakukan," kata Yusri kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Yusri mengatakan kepolisian akan melihat situasi dan kondisi saat kebijakan gage kembali dicabut namun dalam kondisi masa transisi PSBB. Evaluasi akan melibatkan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

"Mudah-mudahan hari keenam sudah ada keputusan apakah nanti akan ada pembukaan ganjil genap kembali," pungkasnya.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas