Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Takut Kelaparan, PSK di Tangerang Selatan Ngaku Terpaksa Beroperasi di Tengah Pandemik Covid-19

Tiga Pekerja Seks Komersil (PSK) di Seprong, Tangerang Selatan, nekat beroperasi di tengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Takut Kelaparan, PSK di Tangerang Selatan Ngaku Terpaksa Beroperasi di Tengah Pandemik Covid-19
Ist
Ilustrasi psk 

Ketiganya, kata Muksin, mengaku terlilit masalah ekonomi.

Sudah lebih dari dua bulan mereka tidak mendapatkan uang karena tempat hiburan dan griya pijat yang menjadi wadahnya ditutup, semenjak penyakit infeksi saluran pernapasan Covid-19 mewabah.

"Kan tempat hiburan ditutup semua, karaoke, massage, ya kan. Terus dia bilang, 'Sudah berapa bulan lah tutup, kami bisa kagak makan ini'. Makannya dia BO di hotel-hotel, kan mereka banyak langganan," ujar Muksin.

Sebelumnya, Satpol PP Tangsel menggelar operasi PSBB dengan melakukan razia terhadap tiga hotel dan satu tempat karaoke.

Penindakan itu dilakukan mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Perpanjangan PSBB keempat jilid kelima itu dilakukan selama 14 hari kedepan terhitung Senin (15/6/2020) lalu.

Penentuan perpanjangan PSBB dilakukan dengan alasan kesadaran masyarakat yang menjalani protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan lainnya baru mencapai 76 persen.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pengakuan PSK di Serpong yang Terjaring Razia saat Layani Pria Hidung Belang: Bisa Kagak Makan Ini

Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas