Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Polri: Kebijakan Ganjil Genap Belum Diberlakukan Agar Menjaga Physical Distancing di Kendaraan Umum

Polda Metro Jaya membeberkan alasan belum memutuskan memberlakukan kembali kebijakan ganjil-genap di ruas jalan di DKI Jakarta.

Polri: Kebijakan Ganjil Genap Belum Diberlakukan Agar Menjaga Physical Distancing di Kendaraan Umum
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Suasana lalu lintas di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau ramai lancar , Rabu (3/6/2020). Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta akan kembali diterapkan. Sebelumnya, peniadaan sementara ganjil genap di Ibu Kota telah diperpanjang beberapa kali oleh Kepolisian, yaitu pada 15 Maret hingga 19 April 2020, kemudian diperpanjang hingga 22 Mei 2020 dan selanjutnya bertambah menjadi 4 Juni 2020. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya membeberkan alasan belum memutuskan memberlakukan kembali kebijakan ganjil-genap di ruas jalan di DKI Jakarta.

Meskipun, mereka memahami volume lalu lintas di Jakarta perlahan mulai kembali macet.

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo, salah satu alasan polri tak memberlakukan kebijakan ganjil genap untuk membuat aktivitas masyarakat tetap berjarak.

"Ganjil genap sampai sekarang masih menunggu gubernur. Tentu pemerintah bersama dirlantas Polda Metro Jaya kita akan mengkaji. Karena kita berupaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum ya," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Baca: Pengaktifan Kembali Ganjil Genap di Jakarta Masih Tunggu Keputusan Gubernur Anies

Pasalnya, pemberlakukan kembali ganjil genap di Jakarta dikhawatirkan membuat penggunaan kendaraan umum meningkat. Peningkatan itu dikhawatirkan bisa menjadi kerumunan yang membuat penyebaran virus Corona.

"Kalau misal kita aktifkan ganjil-genap, misal hari ini tanggal ganjil penumpang pemilik kendaraan ditanggal genap tentu dia akan mengalihkan ke angkutan umum," terangnya.

"Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga. Jadi sampai saat ini masih kita kaji apakah ganjil genap akan diberlakukan atau tidak. Sekarang masih belum," tambahnya.

Lebih lanjut, Sambodo tak menampik lalu lintas di DKI Jakarta semakin macet jika tidak adanya kebijakan ganjil genap. Namun, kemacetan bisa sedikit terurai dengan kebijakan jam waktu masuk kantor.

"Kepadatan sudah mulai terlihat baik pagi dan sore hari. Tentu saja ada upaya pemerintah, ada surat edaran dari satuan gugus tugas yang menyatakan bahwa ada pembagian jam masuk kantor jam 7 dan jam 10. Ini saya rasa cukup membantu terutama bagi penumpang angkutan umum," pungkasnya.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas