Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

DKI Pakai Konsultan Komunikasi Kampanyekan Pesan Proteksi Kesehatan Covid-19 di Pasar-pasar

Kampanye protokol kesehatan dari pengelola pasar kepada para pedagang dan pengunjung pasar ditingkatkan.

DKI Pakai Konsultan Komunikasi Kampanyekan Pesan Proteksi Kesehatan Covid-19 di Pasar-pasar
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PASAR TANAH ABANG - Suasana normal di Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, (30/6/2020). Rencananya akan ada penutupan kawasan Blok A dan Blok B, terkait penemuan kasus positif virus Corona (COVID-19). Penutupan selama 3 hari mulai tanggal 1 Juli setelah di temukan sejumlah pedagang yang terinfeksi virus Covid-19. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia menimbulkan kekhawatiran karena munculnya klaster-klaster baru, seperti klaster pasar tradisional baik di DKI Jakarta maupun daerah lain.

Kampanye protokol kesehatan dari pengelola pasar kepada para pedagang dan pengunjung pasar ditingkatkan.

Salah satunya yakni soal komunikasi.

Perumda Pasar Jaya menggunakan jasa konsultan komunikasi untuk memberi pesan-pesan tertentu terkait belanja di pasar secara aman.

Ini dilakukan karena pengunjung pasar tak hanya satu segmen.

"Pasar itu kita bicara multisegmen, karena kan ada pendatang dari kelas medium up (menengah ke atas), sehingga bagaimana cara data ke pasar dengan aman, kita bekerja sama dengan konsultan komunikasi agar pesan-pesan yang disampaikan bisa merata," pungkas Direktur Keuangan dan Administrasi PD Pasar Jaya Ratih Mayasai dalam siaran BNPB, Kamis (2/7/2020).

Ratih menambahkan, untuk memperketat fungsi pengawasan protokol kesehatan di pasar-pasar ibu kota, PD Pasar Jaya dibantu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI.

"Gubernur telah mengarahkan sekitar 5.500 personel ASN, termasuk bantuan dari TNI-Polri dan disebarkan ke pasar-pasar. Ini dilakukan persuasif dan sesuai kapasitas pasar," kata Ratih

Berbeda dengan DKI Jakarta, Pemerintah Kota Salatiga mengambil langkah kearifan lokal dalam hal komunikasi terkait protokol kesehatan Covid-19.

"Kami bekerja sama dengan paguyuban, karena di pasar pagi itu kan ada paguyuban, ada Pamswakarsa. Setiap pagi paguyuban itu selalu keliling menyampaikan motivasi," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji.

Aji menyebut, implementasi Pamswakarsa dalam menyampaikan pesan-pesan terkait protokol kesehatan dilakukan menggunakan alat pelantang kepada para pedagang maupun pengunjung pasar.

"Jika ada pedagang yang tak memakai masker, maka tidak boleh berdagang. Begitu juga sebaliknya, para pembeli yang tak memakai masker, agar tidak dilayani," pungkas Kusumo.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas