Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ricuh di Green Lake City

Ini 3 Tokoh Intelektual yang Berperan di Balik Aksi Penyerangan Terhadap Kelompok Nus Kei

Dalam rekonstruksi itu, terungkap tiga tersangka memiliki peran sebagai tokoh intelektual dalam aksi brutal tersebut.

Ini 3 Tokoh Intelektual yang Berperan di Balik Aksi Penyerangan Terhadap Kelompok Nus Kei
Kolase TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar/Muhammad Rizki Hidayat
Adegan John Kei (kiri) menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada anak buahnya, Deniel Farfar (kanan) yang diperagakan pemeran pengganti, saat rekonstruksi di perumahan Tytyan Indah Utama Z, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/7/2020) sore. (Inset) Deniel Farfar saat menjalani rekonstruksi di hari yang sama di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menyelesaikan rekonstruksi kasus penyerangan dan penganiayaan kelompok John Kei di Tangerang dan Jakarta Barat.

Dalam rekonstruksi itu, terungkap tiga tersangka memiliki peran sebagai tokoh intelektual dalam aksi brutal tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan tiga tokoh intelektual tersebut adalah John Kei, Danil (DF) dan Franklin (FR).

"Fakta menarik di rumah JK ini ternyata ada beberapa adegan yang betul-betul dipimpin langsung oleh tiga pelaku intelektual ini," kata Jean kepada wartawan, Selasa (7/7/2020).

Baca: TERBARU Kasus John Kei, Terungkap Beri Rp 10 Juta ke Anak Buah hingga Kirim Surat ke Jokowi

Dia mengatakan ketiganya berperan memimpin langsung kelompok saat penyerangan rumah Nus Kei. Selain itu, mereka juga melakukan perencanaan sebelum penyerangan.

"Tiga pelaku yang sangat berperan aktif dalam hal merencanakan dan eksekusinya ialah pertama JK, kedua DF, dan ketiga FR," jelasnya.

Jean mengatakan John Kei berperan bukan jadi eksekutor.

Dalam rekontruksi terungkap, John Kei berperan memimpin perancangan pembunuhan Nus Kei dengan meminta anggotanya membawa pamannya itu dalam kondisi hidup atau mati.

Sejumlah tersangka memperagakan adegan rekontruksi awal penyerangan kelompok John Kei di Lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020). Resmob Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi awal penyerangan dengan menghadirkan para tersangka dan memperagakan 6 adegan di kawasan itu. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah tersangka memperagakan adegan rekontruksi awal penyerangan kelompok John Kei di Lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020). Resmob Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi awal penyerangan dengan menghadirkan para tersangka dan memperagakan 6 adegan di kawasan itu. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha)

Dalam rekonstruksi itu, John Kei meminta Nus Kei bertanggung jawab soal unggahan video live Instagram yang dianggap menyinggung dirinya.

John Kei juga memberikan uang sebesar Rp 10 Juta kepada anak buahnya bernama Danil untuk biaya operasional.

Sementara DF dan FR, masing-masing berperan memastikan rencana-rencana yang diminta oleh John Kei berjalan sempurna.

Diketahui, FR juga yang menghubungi puluhan anggota kelompok John Kei sebelum aksi penyerangan.

"Pada akhir pembicaraan tersebut ternyata tersangka DF malam harinya tanggal 20 menyampaikan pada semua yang hadir agar esok hari jam 08.00 WIB berkumpul di TKP ketiga di Arcici. Di Arcici ini akan dilaksanakan tugas akhir, peran, distribusi mobil dan senjata tajam dan lainnya," jelasnya.

Di tempat tersebut, tersangka Danil yang juga memberikan senjata api kepada anggota yang melakukan eksekusi. Danil juga menyediakan berbagai senjata tajam hingga kendaraan kepada eksekutor.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas