Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Klaster Penyumbang Kasus Positif Covid-19 di Jakarta, Ada Pasien RS hingga Perkantoran

Seperti diketahui, hingga 28 Juli terdapat total kasus positif Covid-19 di Ibu Kota sebanyak 19.592 kasus.

Klaster Penyumbang Kasus Positif Covid-19 di Jakarta, Ada Pasien RS hingga Perkantoran
WARTA KOTA/WARTA KOTA/henry lopulalan
MACET - Kepadatan dan kemacetan terlihat di Jalan Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2020). Jalan protokol mulai normal sejalan dengan mulai dibukanya perkantoran dan tempat-tempat usaha. WARTA KOTA/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan soal naiknya kenaikan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, hingga 28 Juli terdapat total kasus positif Covid-19 di Ibu Kota  sebanyak 19.592 kasus.

Menurut Satgas, ada sejumlah klaster di Jakarta yang berkontribusi dalam penyebaran Covid-19 sejak 4 Juni hingga 26 Juli 2020.

"Pasien rumah sakit menempati yang paling pertama, sekitar 42 persen. Kemudian pasien di komunitas yang hasil kontak tracing cukup besar angkanya yakni 39 persen," kata Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam Dialog Publik di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Baca: 68 Perkantoran di DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ahli Epidemiologi Sebut Jam Istirahat Momen Rawan

Klaster pasien komunitas, dikatakan Dewi, bukanlah orang sakit, melainkan seseorang yang pernah positif Covid-19 lalu menghadiri beberapa tempat atau orang-orang di komunitas tertentu.

"Kemudian ada juga (klaster) Anak Buah Kapal (ABK) datau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang balik ke Indonesia sekitar 5,8 persen, karena Jakarta adalah hub untuk semua orang datang," kata Dewi.

Kemudian di bawah ABK/PMI, ada klaster pasar yang berkontribusi penyebaran kasus dengan persentase sekitar 4,3 persen, kemudian klaster perkantoran sekitar 3,6 persen.

Dewi memahami klaster perkantoran menjadi heboh dalam masa PSBB transisi di ibu kota, tetapi publik harus paham bahwa kontribusi klaster perkantoran ada di bawah pasar dan rumah sakit.

Lebih lanjut, bagaimaba klaster-klaster tersebut muncul karena, dikatakan Dewi, DKI Jakarta memiliki tim surveilans yang bekerja luar biasa.

Dalam rentang waktu 6 Juni hingga 26 Juli, terdapat 3 jenis penelusuran yang dilakukan tim surveilans di Jakarta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas