Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Klaster Keluarga di Bekasi Meningkat, Paling Tinggi di Bekasi Utara, Bantar Gebang Masih Nihil

Penyebaran Covid-19 melalui klaster keluarga di Kota Bekasi mengalami peneningkat, Maret hingga 6 September 2020, ditemukan 196 kasus klaster keluarga

Klaster Keluarga di Bekasi Meningkat, Paling Tinggi di Bekasi Utara, Bantar Gebang Masih Nihil
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen memantau langsung banjir 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Penyebaran Covid-19 melalui klaster keluarga di Kota Bekasi mengalami peneningkat.

Pasien yang menjalani isolasi mandiri di kediamannya, menjadi penyebab utama tertularnya anggota keluarga lain yang tinggal satu rumah dengan pasien.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan data klaster keluarga di wilayahnya.

Sejak Maret hingga 6 September 2020, ditemukan 196 kasus klaster keluarga Covid-19.

"Sejak Maret sampai 6 September, jumlah kasus keluarga ada 196 keluarga se-kota, dengan totalnya ada 519 jiwa," tutur Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020).

Baca: Daya Tampung RS Menipis, Wali Kota Bekasi Wacanakan Stadion Patriot Candrabhaga Jadi Tempat Isolasi

Rahmat merinci, Kecamatan Bekasi Utara menempati urutan pertama jumlah temuan klaster keluarga di Bekasi dengan total sebanyak 28 kasus.

"Jadi yang paling tinggi Bekasi Utara ya dalam kasus keluarga," ujarnya.

Menyusul Kecamatan Rawa Lumbu dengan 26 kasus, Bekasi Selatan dan Bekasi Barat 22 kasus, Bekasi Timur 18 kasus, Medan Satria dan Pondok Gede 15 kasus.

Jatiasih 12 kasus, Mustika Jaya 11 kasus, Jatisampurna 10 kasus, Pondok Melati 6 kasus.

"Hanya Kecamatan Bantar Gebang saja yang belum ditemukan kasus klaster keluarga," tutur Rahmat.

Saat ini, terdapat 25 KK yang masih menjalani perawatan akibat tertular Covid-19 melalui klaster keluarga.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kedua dari kanan) didampingi Wakil Wali Kota, Kapolres dan Dandim Kota Bekasi di Posko Pencegahan Covid-19, Dinas Kesehatan, Kamis, (19/3/2020).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kedua dari kanan) didampingi Wakil Wali Kota, Kapolres dan Dandim Kota Bekasi di Posko Pencegahan Covid-19, Dinas Kesehatan, Kamis, (19/3/2020). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Rahmat menambahkan penularan Covid-19 di Bekasi semakin meningkat akibat klaster keluarga dan transmisi airbone (udara).

Oleh sebab itu, Rahmat tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk mengenakan masker ketika berpergian keluar rumah.

"Saya berpesan kepada seluruh warga kota Bekasi, sekarang ini transmisi keluarga dan transmisi airborne itu sangat tinggi. Jadi caranya itu hanya satu, patuhi protokol kesehatan dwngan cara menggunakan masker, physical distancing, jaga kebersihan, cuci tangan, jaga jarak dan juga hindari kerumunan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Covid-19 di Bekasi, Penularan Lewat Klaster Keluarga Masih Tinggi

Ikuti kami di
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas