Tribun

Virus Corona

Polisi Periksa CCTV Telusuri Pelecehan dan Pemerasan Oknum Petugas Medis di Bandara Soetta

penyidik juga telah meminta keterangan dari terduga oknum petugas medis yang berinisial EFY terkait kasus tersebut.

Polisi Periksa CCTV Telusuri Pelecehan dan Pemerasan Oknum Petugas Medis di Bandara Soetta
Flickr/ Hunter Desportes
Ilustrasi kursi pesawat. Seorang penumpang melakukan pelecehan kepada pramugari dan penumpang lainnya dengan berdalih bahwa ia fobia terbang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menelusuri dugaan kasus pelecehan dan pemerasan petugas medis terhadap seorang wanita penumpang pesawat berinisial LHI (23) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya juga telah meminta rekaman CCTV kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta untuk menelusuri kasus tersebut.

"Upaya-upaya yang dilakukan Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan airport center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Yusri mengatakan penyidik juga telah meminta keterangan dari terduga oknum petugas medis yang berinisial EFY terkait kasus tersebut.

Sebaliknya, pihaknya juga telah memeriksa PT Kimia Farma selaku penyalur dan penanggung jawab petugas medis atau dokter di Bandara Soetta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana Rapid Test dalam hal ini PT Kimia Farma yang penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi karena kita pingin tau dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memeriksa oknum petugas medis berinisial EFY yang diduga melecehkan dan memeras penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Insiden ini pertama kali diceritakan seorang warganet yang belakangan diketahui LHI (23).

Baca: Polisi Akan Jemput Terduga Korban Pelecehan dan Pemalsuan Hasil Rapid Test Oknum Dokter

"Kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Namun demikian, Yusri enggan membeberkan identitas terduga petugas kesehatan tersebut. Dia menyebutkan penyidik masih mendalami peristiwa tersebut.

Menurut Yusri, kejadian bermula ketika LHI mengunggah kicauan di akun twitter miliknya @listongs. Dalam cerita itu, LHI mengaku telah menjadi korban pelecehan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum petugas medis di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Sekitar beberapa hari yang lalu di mana si L ini melakukan cuitan di twitter bahwa pada saat yang bersangkutan mau berangkat ke Nias pada saat itu agar untuk di rapid tes dulu," ungkap Yusri.

Namun, Yusri mengatakan hasil rapid tes LHI ternyata hasilnya reaktif. Selanjutnya, oknum petugas medis tersebut menawarkan bisa mengubah hasil tes rapid tes itu asalkan diberikan sejumlah uang.

"Si petugas kesehatan tawari untuk bisa diubah hasil rapid test nya agar bisa aktif itu. Tetapi dengan syarat harus disiapkan Rp 1,4 juta dan yang bersangkutan melakukan transfer. Tetapi lanjut dari situ dia dilakukan pelecehan," jelasnya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan kepolisian juga telah mencoba memanggil korban agar bisa diklarifikasi terkait kasus tersebut. Namun, korban mengaku tak bisa memenuhi panggilan karena sibuk.

"Identitas dari pemilik akun dan sudah bisa kita temukan. Alamat pengadu ini ada di Bali. Jadi tim Polres Metro Bandara Soetta sudah ada di Bali untuk janjian dengan pengadu dilakukan klarifikasi dan membuat laporan," tukasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas