Tribun

UU Cipta Kerja

Kumpulan Pengakuan Pelajar yang Diamankan Polisi Karena Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Hasil pemeriksaan anggota polisi pada pelajar yang ikut demo tolak UU Cipta Kerja hampir seragam seperti dapat undangan online, imbalan uang dan makan

Penulis: Theresia Felisiani
zoom-in Kumpulan Pengakuan Pelajar yang Diamankan Polisi Karena Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja
KOMPAS.COM/MOH. SYAFIƍ
Sejumlah pelajar SMK diamankan petugas dari Kepolisian saat hendak bergabung dengan massa yang menggelar aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Omnibus Law, Jumat (9/10/2020). Jumat pagi, ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jombang, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan 1.192 orang saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan 1.192 orang ini merupakan gabungan dari berbagai kalangan dan profesi.

Rinciannya, buruh, pelajar, mahasiswa, jurnalis hingga pengangguran.

Khusus pelajar, mereka ada yang dari Sekolah Teknik Mesin (STM), Sekolah Menangah Atas (SMA) bahkan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto saat mengamankan pelajar di Polres Metro Tangerang Kota saat hendak bertolak ke Gedung DPR RI untuk unjuk rasa UU Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (7/10/2020) alam.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto saat mengamankan pelajar di Polres Metro Tangerang Kota saat hendak bertolak ke Gedung DPR RI untuk unjuk rasa UU Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (7/10/2020) alam. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Yusri menyampaikan pihak kepolisian telah meminta keterangan terhadap seluruh peserta unjuk rasa yang sempat diamankan tersebut.

Berikut sejumlah pengakuan para pelajar yang ikut aksi demo tolak UU Cipta Kerja :

1. Dapat undangan demo secara online dan ada imbalan uang

Yusri menuturkan ada pelajar yang mengaku mendapat undangan demo secara online.

Dalam undang itu disebutkan peserta unjuk rasa akan mendapatkan imbalan uang jika mendatangi aksi.

Namun, tidak jelas ihwal siapa yang membuat undangan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas