Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putus Penyebaran Covid-19, Pengguna Transportasi Publik Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Polana B. Pramesti menegaskan pengguna transportasi publik harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Putus Penyebaran Covid-19, Pengguna Transportasi Publik Harus Terapkan Protokol Kesehatan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Tingkat Kota Bandung memeriksa suhu tubuh setiap penumpang bus yang baru turun di Cek Poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis (23/4/2020). Pelaksanaan penerapan PSBB selama 14 hari itu, dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menegaskan pengguna transportasi publik harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Menerapkan protokol kesehatan itu berarti senantiasa memakai masker, memenuhi ketentuan jaga jarak dengan tidak bergerombol atau berkerumun selama dalam perjalanan,” kata Polana dalam pernyataannya, Jumat (30/10/2020).

Sementara untuk operator sarana dan prasarana transportasi, pengukuran suhu tubuh bagi petugas dan calon penumpang tidak boleh dilewatkan.

Selain memperhatikan ketentuan jaga jarak atau physical distancing, penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana transportasi juga secara rutin harus dilakukan.

Mengingat terjadi peningkatan pengguna layanan pada sejumlah terminal, Kepala BPTJ menghimbau masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan kembali atau perjalanan balik lebih awal.

Baca juga: Hari Pertama Libur Panjang, Lonjakan Penumpang di Terminal Kalideres Belum Signifikan

“Kami berharap masyarakat tidak bertumpu pada satu waktu atau pada satu hari tertentu saat kembali seusai libur panjang ini,” kata Polana.

Menurut Polana, hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya potensi penumpukan penumpang pada saat arus balik nanti.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan melakukan perjalanan kembali lebih awal, Polana berpendapat masyarakat akan dapat memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sebelum nantinya kembali beraktivitas rutin sehari-hari.

“Kita semua berharap libur panjang ini tidak turut serta membuat daftar kasus positif Covid-19 bertambah panjang,” tutup Polana.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin) Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas