Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Praperadilan Laskar FPI, Polisi Bantah Sita Uang Tunai Rp2,5 Juta

Polisi membantah menyita uang Rp2,5 juta milik salah seorang laskar FPI bernama M. Suci Khadavi Putra yang tewas ditembak polisi di KM 50 Tol Jakarta-

Praperadilan Laskar FPI, Polisi Bantah Sita Uang Tunai Rp2,5 Juta
KOMPAS.COM/FARIDA
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi membantah menyita uang Rp2,5 juta milik salah seorang laskar FPI bernama M. Suci Khadavi Putra yang tewas ditembak polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek

Hal tersebut disampaikan Bareskrim Polri selaku pihak Termohon dalam sidang praperadilan yang dimohonkan keluarga M. Suci Khadavi Putra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).

"Bahwa barang-barang yang telah dilakukan penyitaan oleh penyidik adalah sesuai dengan jumlah dan fakta yang ada di lapangan berdasarkan berita acara penemuan barang bukti di tempat kejadian perkara tanggal 7 Desember 2020," kata kuasa hukum Bareskrim Polri, Brigjen Imam Sayuti dalam jawaban tertulisnya.

Pemohon sebelumnya mendalilkan terjadi penyitaan secara tidak sah barang milik M. Suci Khadavi Putra berupa 1 set seragam laskar khusus FPI, 1 unit HP, kartu mahasiswa, hingga uang tunai sebesar Rp2,5 juta. Barang - barang yang disita itu disebut tidak memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti.

Baca juga: Sidang Praperadilan Laskar FPI, Bareskrim Polri Tolak Seluruh Dalil Pemohon

Disampaikan Imam, barang bukti seperti 1 unit ponsel dan kartu SIM milik Suci Khadavi bertujuan untuk pendalaman terkait kasus dugaan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dan tindak pidana kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa ijin dan/melawan petugas secara bersama-sama.

Ponsel dan SIM tersebut disita untuk dilakukan pemeriksaan lewat proses digital forensik.

Sementara dalil soal penyitaan sejumlah uang, polisi memegaskan tidak ada uang yang diambil saat kejadian.

Imam mengatakan dalil Pemohon tidak berdasar dan mengada - ada. Sehingga kubu kepolisian meminta hakim tidak mempertimbangkan dalil tersebut.

"Merupakan dalil yang tidak berdasar dan mengada-ada untuk itu mohon untuk dikesampingkan dan tidak dipertimbangkan," ucap Imam.
 

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas