Tribun

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Hindari Kerumunan Saat Sidang, Pakar Hukum Sarankan Polisi Batasi Kedatangan Pendukung Rizieq Shihab

Massa pendukung Rizieq Shihab diperkirakan berduyun-duyun ke Pengadilan Jakarta Timur pada sidang selanjutnya.

Editor: Willem Jonata
Hindari Kerumunan Saat Sidang, Pakar Hukum Sarankan Polisi Batasi Kedatangan Pendukung Rizieq Shihab
YouTube PN Jaktim via KOMPAS.com
Terdakwa Rizieq Shihab tampak marah-marah dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian diminta membatasi pendukung Rizieq Shihab yang datang dari luar kota menuju Jakarta saat persidangan digelar secara luring alias offline.

Hal tersebut guna menghindari kerumunan orang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat persidangan berlangsung.

"Andai nanti terjadi kerumunan dan kekacauan oleh massa pendukung Rizieq di sekitar pengadilan, dia meminta majelis hakim kembali melaksanakan sidang online," ujar Pakar Hukum Pidana, Petrus Selestinus dalam pernyataannya, Jumat(26/3/2021).

Baca juga: Audiensi dengan PA 212, Kejagung Dorong Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tak Rendahkan Martabat JPU

Baca juga: KY Minta Hakim yang Pimpin Sidang Rizieq Shihab untuk Pegang Teguh Kode Etik

Majelis hakim melaksanakan sidang secara daring alias online untuk menghindari kerumunan massa pendukung Rizieq Shihab di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Setelah beberapa kali persidangan, majelis hakim mengabulkan keinginan Rizieq untuk mengikuti sidang secara langsung.

Petrus menduga, keinginan Rizieq mengikuti sidang secara langsung bagian dari strategi mengumpulkan massa dan menggalang kekuatan.

Habib Rizieq Shihab saat dihadirkan secara virtual dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021).
Habib Rizieq Shihab saat dihadirkan secara virtual dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (19/3/2021). (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

Menurutnya, massa pendukung Rizieq akan semakin berduyun-duyun ke Pengadilan Jakarta Timur pada sidang selanjutnya.

"Saat sidang online saja mereka datang berkerumun. Ini menjadi manuver politik, bukan pada soal menonton sidang tetapi bagian dari konsolidasi membangun soliditas kelompok," ujar Petrus.

Rizieq Shihab lanjut Petrus juga dinilai bisa dijerat tindak pidana baru lantaran mempersulit persidangan saat digelar secara online.

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas