Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Yaqut Cholil Qoumas di Kongres VI PIKI: Intelektual Konsisten Bekerja untuk Bangsa

Kongres VI PIKI di awali dengan ibadah dengan penyampaian firman oleh Pdt. Dr. Sulaiman Manguling, M.Th, dengan firman Tegakkanlah Keadilan dari Amos

Yaqut Cholil Qoumas di Kongres VI PIKI: Intelektual Konsisten Bekerja untuk Bangsa
Dok. Panitia Kongres PIKI VI
Kongres VI diakhiri dengan terpilihnya Dr. Badikenita Br. Sitepu, SE., M.Si., sebagai Ketua Umum dan Audy WMR Wuisang, S.Th. M.Th. sebagai Sekretaris Jenderal PIKI periode 2020-2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kongres VI (keenam) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dengan tema “Tegakkanlah Keadilan” (Amos 5:15b) yang dilaksakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu-Minggu (10-11/4/2021) berjalan lancar.

Kongres yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi ini digelar lima tahun sekali terpaksa mengalami penundaan dari seharusnya dijadwalkan tahun 2020 karena Pandemi COVID-19.

Kongres VI menjadi berbeda karena dilakukan secara hybrid (online dan on site) tetapi tetap memenuhi ketentuan AD/ART PIKI, panitia menerapkan protokol COVID-19 dengan pelaksanaan swab antigen yang dikerjasamakan dengan RS PGI Cikini.

Meski tahun 2021 Pemerintah RI telah melaksanakan vaksin, Kongres hanya akan digelar satu hari setengah untuk melokalisir penyebaran virus Corona, demikian disampaikan Ketua SC Kongres VI PIKI, David Pajung, dalam press release Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI (11/4/2021).

Kongres VI PIKI di awali dengan ibadah dengan penyampaian firman oleh Pdt. Dr. Sulaiman Manguling, M.Th, dengan firman Tegakkanlah Keadilan dari Amos 5:1-15b.

Ketua Umum DPP PIKI, Baktinendra Prawiro dan Sekretaris Jendral DPP PIKI Audy WMR Wuisang telah genap satu periode memimpin PIKI 2015-2020.

Baktinendra menyatakan, selama lima tahun PIKI melakukan penataan organisasi secara internal, sambil tetap memberikan masukan berdasarkan kajian kepada Pemerintah, atas hal-hal yang terjadi dalam konteks kemasyarakatan dan berbangsa.

Keberadaan PIKI yang didirikan tahun 1963, oleh DPP PIKI periode 2015-2020 dilakukan re-discovery, re-vitalisasi (29 DPD & 59 DPC), re-inventing; berdasarkan pikiran kritis dan kajian obyektif dengan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Baktinendra juga menyampaikan terima kasih kepada sesama kolega DPP PIKI yang telah bersama dalam lima tahun melayani untuk PIKI, dan akan dipertanggungjawabkan di depan Tuhan dan Kongres Baktinendra memutuskan tidak mencalonkan diri untuk pemilihan Ketua Umum periode selanjutnya.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan pembukaannya secara online mengatakan bahwa secara sosiologis ada dua kelompok Intelektual.

"Kelompok pertama adalah intelektual yang kiprah dan pemikirannya berpijak pada cita-cita keagamaan dan kedua, Intelektual yang netral agama; mereka sama-sama memiliki peran dan kontribusi besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa dan negara Indonesia untuk segala bidang; pembangunan bangsa ini dari generasi ke generasi seharusnya membangun budaya yang menghargai peran intelektual, dalam kondisi apapun intelektual konsisten bekerja untuk bangsa, tidak menjadi intelektual tukang yang kerja berdasarkan pesanan, apalagi mengkhianati bangsa dan negara," ungkap Yaqut Cholil Qoumas.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas