Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Minta Warga Tidak Nekat Mudik, Polisi: Tak Usah Berspekulasi Bisa Tembus

Jelang pemberlakuan aturan larangan mudik, polisi menegaskan pengawasan akan dilakukan secara ketat untuk mencegah warga yang tetap nekat mudik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
zoom-in Minta Warga Tidak Nekat Mudik, Polisi: Tak Usah Berspekulasi Bisa Tembus
YouTube
Yusri Yunus saat melakukan konferensi pers 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pemberlakuan aturan larangan mudik, polisi menegaskan pengawasan akan dilakukan secara ketat untuk mencegah warga yang tetap nekat mudik.

Polri pun akan menggelar Operasi Ketupat yang juga dimulai pada tanggal 6 Mei, bersamaan dengan aturan larangan mudik berlaku.

"Tidak usah coba-coba spekulasi mengatakan akan tembus (penjagaan) nantinya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Awasi Aturan Mudik Lebaran, Puan Akan Tinjau Terminal dan Stasiun Cirebon

Evaluasi kebijakan larangan mudik Lebaran tahun lalu sudah dilakukan pihaknya.

"Ada beberapa pos-pos jalur tikus yang kemarin sempat bocor, sekarang ini sudah kita tempatkan pos-pos pengamanan kita bangun di sana. Tidak usah berspekulasi (bisa lolos mudik)," tambahnya Yusri.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk membahas Operasi Ketupat Jaya.

Hal tersebut sejalan dengan pemerintah yang memberlakukan aturan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Antisipasi Jadi Jalur Tikus Pemudik, 20 Akses Perahu Eretan di Bekasi Ditutup Sementara

Rekomendasi Untuk Anda

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, hingga Kasdam Jaya Brigjen TNI M Saleh Mustafa.

"Operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Jaya 2021 akan dilaksanakan 12 hari. Terhitung 6-17 Mei 2021," ujar Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/5/2021).

Marsudianto mengatakan operasi 'Ketupat Jaya' tersebut akan melibatkan ribuan personel dari lintas instansi.

Dalam operasi 'Ketupat Jaya' ini, Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di 31 titik.

"Kemudian untuk kegiatannya di antaranya adalah melakukan penyekatan itu ada di 14 titik, kemudian ada check point sebanyak 17 titik. Kemudian selain itu juga disiapkan 77 pos pengamanan," ucap Marsudianto.

Baca juga: Polisi Tegaskan Video Konvoi Kendaraan yang Viral di Bekasi Bukan Sahur On The Road 

Adapun 77 pos pengamanan tersebut dikatakan Marsudianto tersebar di beberapa titik, dari pusat rekreasi, mal, pasar, hingga pusat perekonomian lainnya.

"Intinya di situ adalah tetap pedoman pada prokes, agar di dalam kegiatan masyarakat ini, masyarakat tidak ada yang mudik, tetap tinggal di Jakarta. Kedua, yang masih beraktivitas berada di kota Jakarta, mereka tetap dalam kondisi yang sehat, namun juga dijamin keamanannya," kata dia.

Lebih jauh Marsudianto mengatakan rapat koordinasi tadi juga membahas terkait tempat-tempat wisata yang ada di Ibu Kota.

Sebab, operasi Ketupat Jaya ini, khususnya di tempat-tempat rekreasi, akan menyesuaikan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Kapolri Terbitkan Telegram untuk Tertibkan Aktivitas Objek Wisata saat Pelarangan Mudik

"Kalau bisa seperti tahun kemarin itu ditutup saja. Tapi kalau memang nanti dari Menteri Pariwisata mungkin punya kebijakan lain, tentunya kami akan menyesuaikan dan akan kami lakukan pengaturan-pengaturan lebih lanjut," tutur dia

Penyesuaian aturan itu perlu dilakukan supaya nanti jika destinasi wisata tetap dibuka, maka tidak terjadi penumpukan pengunjung.

"Jadi untuk tiketnya dibeli secara online, kemudian dibatasi hanya 50 persen, toh kalau masih ada juga penumpukan kami akan lakukan penyekatan buka tutup sementara waktu," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas