Tribun

Kepala Perpustakaan Nasional: Kelapa Merupakan Tanaman Multimanfaat

Kelapa merupakan tanaman multimanfaat. Di beberapa negara, kelapa juga sering disebut sebagai pohon kehidupan (tree of life)

Editor: Toni Bramantoro
Kepala Perpustakaan Nasional: Kelapa Merupakan Tanaman Multimanfaat
Dok. pribadi
Muhammad Syarif Bando saat menjadi keynote speaker di kegiatan Dialog Nasional yang diselenggarakan secara hybrid oleh Perpusnas dengan tema “Membangun Literasi Kelapa Menuju Kedaulatan Produksi Pangan Dalam Negeri” pada hari Kamis (20/5/2021). 

Adapun upaya yang telah dilakukan di kabupaten yang juga dikenal sebagai negeri seribu parit hamparan kelapa dunia ini, adalah mengaplikasikan konsep trio tata air yang terdiri dari saluran, tanggul, dan pintu klep di perkebunan kelapa.

“Pohon kelapa adalah pohon kehidupan bagi masyarakat kami dan parit menjadi pusat kesuburan tanah serta alat transportasi bagi buah kelapa di daerah pasang surut seperti Kab. Indragiri Hilir,” tambah Wardan.

Senada, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Hairan menjelaskan di daerahnya perkebunan kelapa sawit sudah dilakukan replanting atau peremajaan oleh pemerintah, sedangkan hal itu belum terjadi untuk perkebunan kelapa dalam.

“Di Kab. Tanjung Jabung Barat itu ada 13 kecamatan, kelapa dalam menjadi primadona di 6 kecamatan dan kelapa sawit di 7 kecamatan. Namun, pemerintah baru hanya memberikan bantuan untuk replanting sampai 30 juta per hektar untuk perkebunan kelapa sawit, padahal tidak ada perbedaan antara kelapa sawit dan kelapa dalam. Replanting penting dilakukan untuk menghasilkan kelapa dengan kualitas yang baik agar harga jual menjadi tinggi,” jelas Hairan.

Lebih lanjut Ketua Sahabat Kelapa Indonesia, Mawardin Simpala menginformasikan bahwa Indonesia ditetapkan krisis kelapa. Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian Dunia, Food and Agriculture Organization (FAO) sudah mengamati kondisi ini dan secara gamblang mengatakannya pada November 2013. FAO menilai, pemerintah tidak memberikan perhatian ataupun inovasi terhadap pengembangan kelapa secara nasional sejak tahun 1990-an. Ini artinya, sudah 30 tahun industri kelapa nasional Indonesia terabaikan.

“Kalau kita bersama-sama mendorong ekonomi kelapa, berarti kita juga mendorong ekonomi rakyat dan itu peluangnya sangat besar. Karena jika dibandingkan Filipina yang sudah mengekspor 35 macam produk turunan kelapa, Indonesia saat ini baru mengekspor 14 atau 15 macam, itu tandanya ada selisih sekitar 20-21 macam yang masih bisa kita diversifikasi,” ungkapnya.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas