Tribun

Jalur Sepeda Rp 28 Miliar di DKI Mau Dibongkar, Djarot: Mubazir Dong, Sayang Gede Duitnya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak melakukan perencanaan matang untuk pembangunan jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin.

Editor: Hasanudin Aco
Jalur Sepeda Rp 28 Miliar di DKI Mau Dibongkar, Djarot: Mubazir Dong, Sayang Gede Duitnya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pesepeda melintas di jalur khusus sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (5/6/2021). Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan istimewa untuk pesepeda road bike seperti membolehkan melintasi JLNT diakhir pekan dan road bike dapat melintas pada jalur kendaraan bermotor di luar jalur sepeda yang telah tersedia Jalan Sudirman-Thamrin pada Senin-Jumat, mulai pukul 05.00-06.30 WIB. TRIBUNNEWS/ HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan MH Thamrin-Sudirman Jakarta mendapat tanggapan dari Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat.

Menurut Djarot, pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan perencanaan matang untuk pembangunan jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin.

“Itu artinya perencanaan kurang matang kemudian tidak bisa memikir skala prioritas yang mendesak, perlu nggak jalur khusus sepeda, benar-benar digunakan nggak, jangan yang pakai motor,” katanya Djarot Syaiful Hidayat, Kamis (17/6/2021) dikutip dari Kompas.TV.

Bagi Djarot Syaiful Hidayat, jalur khusus bagi sepeda di jalan Sudirman Thamrin seyogyanya memang tidak perlu dikhususkan seperti TransJakarta.

Baca juga: Respon Wagub DKI Saat Kapolri Setuju Bongkar Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin

Atas dasar itu, Djarot Syaiful Hidayat menyayangkan pembongkaran jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin yang sudah menghabiskan anggaran besar dalam pembangunannya.

“Mubazir dong, sayang gede duitnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pesepeda Road Bike Thomas TJ juga menyesalkan rencana pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalur Sudirman-Thamrin.

Menurut Thomas, yang diperlukan saat ini bukanlah pembongkaran jalur sepeda di Jalur Sudirman-Thamrin, melainkan penataan.

“Jalur sepeda dihapuskan buang-buang duit amat. Dibuat segitu mahal, katanya mahal dari luar negeri,” kata Thomas TJ.

“Daripada dihapuskan lebih baik diefektifkan. Nggak ada salahnya Sudirman Thamrin main road, dibuat lebih teratur, sepeda dimana, motor dimana, mobil dimana,” ujarnya.

“Sehingga orang nggak lewat gang-gang, nggak lewat kampung, di jalan gede. Kalau teratur kita juga senang, kalau dihapus ya pemborosan yaa, mending diefektifkan lagi,” tambahnya.

Kapolri Setuju Dibongkar

Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mengomentari perihal roadbike yang menggunakan jalur kendaraan bermotor.

Dalam pendapatnya, Ahmad Sahroni meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membongkar jalur sepeda permanen di sepanjang jalur Sudirman Thamrin.

Tak hanya itu, Ahmad Sahroni juga berpendapat pemberian jalur khusus bagi pesepeda jenis roadbike di jalur kendaraan bermotor telah menimbulkan diskriminasi.

Merespons pernyataan Ahmad Sahroni, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan setuju untuk melakukan pembongkaran jalur khusus bagi pesepeda jenis roadbike.

“Prinsipnya, terkait dengan jalur sepeda, kami akan terus mencari formula yang pas, kami setuju untuk masalah (jalur) yang permanen itu nanti dibongkar saja,” kata Kapolri.

Anggaran Rp 28 Miliar

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengungkapkan, Pemprov DKI menganggarkan Rp 28 miliar untuk pembangunan jalur permanen di Sudirman-Thamrin.

Angka tersebut juga termasuk pembangunan tugu sepeda sebesar Rp 800 juta.

"Tugu sepeda ini dapat anggaran dari pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian kedua, nilainya kurang lebih Rp 28 miliar termasuk tugunya yang Rp 800 juta. Termasuk pembangunan 11 koridor sepeda yang dibangun secara permanen di Sudirman," kata Riza, Kamis (8/4/2021) seperti dikutip dari Kompas.com.

Pembangunan tugu sepeda tak luput dari kritik di mana sejumlah masyarakat menilai Pemprov DKI menghamburkan dana.

Kendati demikian, Riza memaparkan tujuan keberadaan tugu sepeda tersebut, yakni untuk memperindah kota Jakarta dan memotivasi para pesepeda.

"Bagian dari memperindah Kota Jakarta. Tidak hanya memberikan dukungan pada pengguna sepeda tapi juga memberi kesempatan para seni rupa untuk meningkatkan kreativitasnya serta inovasinya," tambahnya.

Sumber: Kompas.TV/Kompas.com

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas