Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buntut Kemarahan Anies Baswedan, Polda Metro Jaya Periksa Perusahaan yang Kena Semprot

Perusahaan yang kena marah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah diperiksa Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran aturan PPKM Darurat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Buntut Kemarahan Anies Baswedan, Polda Metro Jaya Periksa Perusahaan yang Kena Semprot
Instagram Story Anies Baswedan
Tangkapan layar Instagram Story Anies Baswedan, saat melakukan sidak di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021) siang. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah memeriksa penanggung jawab dua perusahaan yang kena semprot Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dua perusahaan tersebut adalah PT Equity Life Indonesia dan Ray White Indonesia.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, mengungkapkan dua perusahaan itu diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

"Ditreskrimum dan Satpol PP bekerjasama sesuai kewenangan masing-masing untuk meyakinkan pelaksanaan PPKM Darurat berjalan baik."

"Ditemukan bahwa ada perusahaan yang bukan termasuk sektor esensial dan kritikal masih beroperasional seperti biasa," kata Tubagus saat dikonfirmasi, Selasa (6/7/2021), dikutip dari TribunJakarta.com.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Dirkrimum Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Dirkrimum Kombes Tubagus Ade Hidayat, Jakarta, Rabu (18/11/2020). (tribunnews.com/Lusius Genik)

Baca juga: Setelah Kantornya Disidak dan Ditegur Keras Anies Baswedan, PT Equity Life Indonesia Beri Penjelasan

Baca juga: Fakta-fakta Anies Baswedan Marahi Perusahaan Ray White yang Masih Terapkan WFO Bagi Karyawan

Lebih lanjut, Tubagus menambahkan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan wanita hamil yang bekerja di kantor.

Karena itu, pihaknya mengatakan akan menindaklanjuti pelanggaran itu dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini akan kami tindak lanjuti, karena diduga kuat melanggar Pasal 14 tentang Wabah Penyakit."

"Hasil TKP kedua didapatkan hal yang sama, bahkan mempekerjakan wanita hamil, ini akan akan ditindaklanjuti dengan Undang-undang Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Klarifikasi PT Equity Life Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan sidak di gedung Sahid Sudirman Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). (Istimewa/Dok Pemprov DKI)

PT Equity Life Indonesia buka suara terkait manajernya yang kena semprot Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, karena perusahaannya dinilai telah melanggar PPKM Darurat.

Pernyataan Anies yang mengatakan ada ibu hamil bekerja, dibantah oleh PT Equity Life Indonesia.

Mengutip TribunJakarta.com, Corporate Communication PT Equity Life Indonesia, Yuniarti, mengatakan ibu hamil yang ada di kantor saat Anies sidak, datang karena mengurus cuti, bukan untuk bekerja.

"Memang yang hamil ada, masuk satu orang, pas banget (Anies sidak)."

"Dia sedang hamil 8 bulan dan hanya mengurus kebutuhan dia untuk cuti, dia itu bukan bekerja," jelasnya, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Anies Baswedan Pajang Foto Bos Ray White Indonesia: Ini Orang yang Tidak Tanggung Jawab

Baca juga: Anies Baswedan: Ibu Egois! Ini Soal Nyawa Manusia, Sekarang Tutup Kantornya

Yuniarti menegaskan, ibu hamil itu datang ke kantor atas keinginannya sendiri, tanpa dipaksa.

"Ketika diwawancara tadi juga bilang dia ke kantor bukan atas dipaksa, itu statement (pernyataan soal ibu hamil diminta WFO) yang menurut saya menyesatkan," tuturnya.

"Enggak ada seperti itu, dia lagi ngurus cuti. Enggak ada narasi (paksa ibu hamil kerja) itu, dia ke kantor urus cuti tanpa paksaan kok," tegasnya.

Ia juga mengklaim, perusahaannya telah menjalankan aturan PPKM Darurat.

Yuniarti menyebut pihaknya telah melarang ibu hamil untuk masuk kantor sejak awal pandemi Covid-19 merebak.

"Kami ada ketentuan internal bahwa orang hamil itu tidak boleh masuk, itu ada dan bisa dicek."

"Kami ada berkas pendukungnya," tegasnya.

Kronologi Anies Baswedan Marah

Tangkapan layar Instagram Story Anies Baswedan, saat melakukan sidak di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021) siang.
Tangkapan layar Instagram Story Anies Baswedan, saat melakukan sidak di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021) siang. (Instagram Story Anies Baswedan)

Mengutip Tribunnews, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meluapkan kemarahannya saat tahu masih ada karyawan di perusahaan sektor non-esesial yang WFO di masa PPKM Darurat.

Insiden itu berawal saat Anies melakukan sidak, Selasa, ke sejumlah kantor perusahaan di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Anies Baswedan: Pasokan Oksigen Untuk Rumah Sakit Aman, Tapi Kebutuhan Masyarakat Masih Bermasalah

Baca juga: Anies Baswedan: Jakarta Hadapi Badai Covid-19

Saat sidak di Ray White Indonesia dan PT Equity Life Indonesia, Anies merasa geram ketika tahu masih ada karyawan WFO.

Ia pun langsung menanyakan keberadaan HRD Ray White Indonesia.

Tak hanya itu, Anies juga mengaku heran melihat para karyawan yang bersedia diminta WFO, padahal sudah jelas melanggar aturan PPKM Darurat.

"Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa ya."

"Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja," kata Anies.

"Sekarang tutup kantor ya, dan katakan pada semua pulang taati aturan. Mengerti?" tegasnya.

Selanjutnya, saat mengunjungi PT Equity Life Indonesia, Anies mengingatkan berapa banyak orang yang meninggal akibat Covid-19.

Ia juga menyoroti adanya ibu hamil yang masih WFO.

"Setiap hari kita nguburin orang, Pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung, Pak enggak ada yang untung."

"Apalagi ada ibu hamil masuk. Ibu hamil kalau kena Covid, melahirkan paling susah," ujar Anies.

Baca juga: Target Anies Baswedan 1,3 Juta Anak-anak Jakarta Divaksin

Baca juga: PPKM Darurat, Masyarakat Diminta Olahraga di Rumah, Anies Baswedan: Melanggar Akan Kami Tindak

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Dionisius Arya Bima Suci)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas