Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dwikorita Karnawati: Menjadi Seorang Pemimpin Tidak Hanya Dituntut Sekadar Pintar

Dwikorita Karnawati mengatakan seorang pemimpin harus cepat mengambil keputusan dan berani menanggung risiko.

Dwikorita Karnawati: Menjadi Seorang Pemimpin Tidak Hanya Dituntut Sekadar Pintar
webinar BMKG
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat berbicara dalam forum “Kaderisasi Nasional V Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI), di Jakarta, Sabtu (31/7/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan seorang pemimpin harus cepat mengambil keputusan dan berani menanggung risiko.

Menurutnya, itu merupakan salah satu syarat seorang pemimpin sukses.

Demikian disampaikan Dwikorita Karnawati dihadapan ratusan mahasiswa, taruna, dan praja dalam forum 'Kaderisasi Nasional V Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI)', Sabtu (31/7/2021).

Kegiatan berskala nasional yang digelar secara virtual ini diikuti kurang lebih 117 delegasi dari 45 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) seluruh Indonesia dengan tuan rumah yakni Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

“Menjadi seorang pemimpin tidak hanya dituntut sekadar pintar, tapi juga percaya diri serta mampu menguatkan dan memberdayakan seluruh sumber daya yang ada. Jangan lupa, leader atau pemimpin dan bos adalah dua hal yang berbeda,” ungkap Dwikorita Karnawati.

Dwikorita Karnawati menjelaskan, seorang bos hanya sekadar memerintah, menganggap anak buah sekadar bawahan, dan hanya fokus pada hasil.

Tapi seorang pemimpin harus visioner, mampu memberdayakan seluruh anggota tim, menginspirasi dan memotivasi orang-orang untuk bertindak bersama demi mencapai tujuan tanpa meninggalkan proses.

“Jika kehadiran Anda ditakuti, jangan bangga dulu. Bisa jadi ada yang salah dengan diri Anda. Jadilah pemimpin yang dihormati dan disegani oleh semua anggota tim karena sifat kepemimpinan anda yang mampu mengayomi semua orang,” kata Dwikorita Karnawati.

Dikatakan Dwikorita Karnawati, pemimpin harus membumi, artinya mau turun atau terjun langsung agar mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan menentukan langkah yang harus diambil. Bukan duduk manis di belakang meja, melainkan langsung memberi arahan bahkan men-drive sekaligus memberikan feedback.

“Revolusi Industri 4.0 yang tengah berlangsung saat ini membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Kita harus beradaptasi dengan cepat, berjuang untuk berubah, agar tidak tergilas,” jelas Dwikorita Karnawati.

Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan, seluruh mahasiswa, taruna dan praja sekolah tinggi kedinasan adalah seorang champion dan merupakan orang-orang yang beruntung karena tidak semua orang bisa diterima di sekolah kedinasan karena persaingan dan seleksi masuk yang sangat ketat.

Oleh karena itu, cara bersyukur terbaik dikatakan Dwikorita Karnawati adalah dengan bersungguh-sungguh belajar dan setelah lulus nanti harus bekerja keras dan mengamalkan seluruh ilmunya demi bangsa dan negara.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas