Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemprov DKI Layangkan Teguran ke Penjual Daging Anjing di Pasar Senen

Pendekatan akan terus dilakukan kepada pedagang, masyarakat, LSM atau komunitas penyayang hewan untuk mengawasi peredaran daging anjing

Pemprov DKI Layangkan Teguran ke Penjual Daging Anjing di Pasar Senen
Tribunnews/Aisyah Nursyamsi
ILUSTRASI - Pedagang daging di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melayani pembeli, Sabtu (23/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Aktivitas pedang menjual daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat, viral melalui sebuah video rekaman oleh netizen di media sosial.

Video tersebut diduga disebarkan oleh akun Animal Defenders Indonesia (ADI).

Menanggapi hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta telah menindaklanjuti  dengan turun langsung mengecek ke lapangan.

Hasilnya, praktik penjualan daging anjing di lokasi benar terjadi dan dilakukan salah satu pedagang.

Pemprov DKI langsung melayangkan surat peringatan pertama kepada tempat usaha yang tak mengikuti aturan main penjualan.

Perdagangan daging anjing dinyatakan melanggar Peraturan Direksi Perusahaan Daerah Pasar Jaya Nomor 269 Tahun 2016 tentang Ketentuan Pemakaian Tempat Usaha dan Fasilitas Penunjang di Pasar-pasar Milik Perusahaan Daerah Pasar Jaya.

Baca juga: Warga Potong Lumba-lumba yang Terdampar di Pantai Bima, Dagingnya Dibagikan

"Apabila pedagang tetap tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka PD Pasar Jaya akan mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara atau permanen tempat usaha tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," kata Kepala DKPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Potongan Daging Sapi Berikut Agar Tak Salah Olah

"Berbagai pertimbangan dari aspek kesehatan juga menjadi salah satu penyebab upaya pengawasan peredaran atau perdagangan daging anjing di Jakarta terus dilakukan," sambungnya.

Baca juga: Resep Empal Daging Sapi Goreng, Dijamin Teksturnya Lembut dan Rasanya Mantap

Suharini mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam untuk menanggapi kasus ini.

Pendekatan akan terus dilakukan kepada pedagang, masyarakat, LSM atau komunitas penyayang hewan untuk mengawasi peredaran daging anjing, sekaligus mengendalikan populasi anjing liar.

"Kami tidak diam saja. Pendekatan-pendekatan kepada pedagang, masyarakat, dan LSM/NGO berserta komunitas penyayang hewan, bersama-sama mengawasi peredaran dan perdagangan daging anjing," ucapnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas