Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

DPRD DKI Minta Pemprov Mulai Uji Coba Wisata Kepulauan Seribu

Selain ketiga tempat tersebut, DPRD DKI Jakarta mengusulkan Pemprov turut menguji coba pembukaan tempat wisata di Kepulauan Seribu.

DPRD DKI Minta Pemprov Mulai Uji Coba Wisata Kepulauan Seribu
ancol-pulauseribu.com
pulau seribuuuu 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga hari ini sudah membuka 3 tempat wisata antara lain Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan.

Selain ketiga tempat tersebut, DPRD DKI Jakarta mengusulkan Pemprov turut menguji coba pembukaan tempat wisata di Kepulauan Seribu.

Wisata di Kepulauan Seribu dinilai layak dibuka karena sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pariwisata.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Isyaratkan Buka Pembatasan untuk Wisatawan Asing Awal Oktober

"Bupati Kepulauan Seribu juga kabarnya sudah bersurat ke Deputi Industri dan Investasi agar Kepulauan Seribu dimasukkan dalam destinasi wisata yang diikutsertakan uji coba protokol kesehatan. Ini kami dukung sepenuhnya," kata Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Anthony Winza dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Ia menyebut saat ini masyarakat Kepulauan Seribu juga tengah melakukan proses Pensertifikatan CHSE (Clean, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Jelang World Superbike, Polda NTB Percepat Sebaran Vaksinasi di Kawasan Wisata

Sementara menunggu penerbitan CHSE tersebut, Pemprov DKI diminta mempersiapkan sejumlah prosedur protokol kesehatan bagi pengunjung yang datang ke kawasan Kepulauan Seribu.

Seperti mempersiapkan verifikasi pada aplikasi Peduli Lindungi sejak pembelian tiket transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.

"Saat ini pembatasan kapasitas masih menjadi aturan utama protokol kesehatan, jangan sampai di pulau dibatasi tapi di kapal penyebrangan tidak. Jangan nanti banyak yang terlantar tidak tertampung padahal sudah tiba di pulau," jelas dia.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas