Tribun

Kasus Pencurian 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Polisi Bakal Periksa PT Wika

Unit Reskrim Polsek Makasar bakal melakukan panggilan pemeriksaan kepada PT WIKA yang terlibat dalam proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Editor: Theresia Felisiani
Kasus Pencurian 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Polisi Bakal Periksa PT Wika
Kolase Tribunnews.com:
(Kiri) dan (Kanan) Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidikan kasus pencurian 111 ton besi proyek yang terjadi di area kerja wilayah Kelurahan Cipinang Melayu terus berlanjut. 

Teranyar Unit Reskrim Polsek Makasar bakal melakukan panggilan pemeriksaan kepada PT Wijaya Karya (WIKA) yang terlibat dalam proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Hal tersebut telah dibenarkan oleh Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan.

"Kami akan panggil untuk melakukan berita acara pemeriksaan (BAP), untuk (mengetahui) kerugian yang diderita korban dalam hal ini PT WIKA," kata Erwin di Jakarta Timur, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Wagub dan Sekda DKI Kompak Tanggapi Rencana PA 212 Reuni Akbar di Monas

Baca juga: Misteri Jasad Bayi di Gerobak Motor Sampah, Sempat Dikira Bangkai Kucing, Polisi Telusuri Data Bumil

Berdasar hasil audit sementara yang dilakukan PT WIKA sebagai bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), kerugian akibat pencurian besi ditaksir Rp 1 Miliar.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Makasar sendiri sudah meringkus lima pelaku komplotan pencuri besi proyek, pria berinisial SA (25), SU, AR (30), MLR (24), dan DY (46).

Dari hasil pemeriksaan dan audit sementara pihak PT WIKA, para pelaku sudah beraksi sejak bulan Juli hingga Oktober 2021 dan diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam'.

"Tentunya indikasi ini (melibatkan orang dalam) hasil pemantauan olah TKP, ini menjadi dasar kemudian polisi untuk mencari tahu. Terutama kepada saksi-saksi dan para tersangka," ujarnya.

Erwin menuturkan masih perlu penyidikan lebih lanjut untuk memastikan dugaan keterlibatan pekerja dalam kasus pencurian besi yang mengganggu pengerjaan proyek PT KCIC.

Personel dari Satreskrim Polrestro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Makasar juga masih memburu enam pelaku anggota pencurian dan satu penadah yang masih buron.

Halaman
1234
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas