Tribun

Kisah Dosen UI Banting Setir jadi Penjual Arem-Arem Mie Setelah 12 Tahun Mengabdi

Berikut kisah dosen di Universitas Indonesia (UI) bernama Tini Ismiyani yang banting setir jadi PENJUAL arem-arem mie atau lontong mie.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Endra Kurniawan
Kisah Dosen UI Banting Setir jadi Penjual Arem-Arem Mie Setelah 12 Tahun Mengabdi
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Mantan dosen di Universitas Indonesia (UI), Tini Ismiyani yang kini berjualan arem-arem mie. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tini Ismiyani, memutuskan mundur dari profesinya sebagai dosen di Universitas Indonesia (UI) di masa pandemi Covid-19.

Tini menjadikan pandemi Covid-19 untuk membuka peluang membangun usaha kuliner.

Dirinya memutuskan mundur, meski sudah mengabdi 12 tahun sebagai dosen.

Dia memilih membangun usaha kuliner arem-arem mie untuk bisa memberikan manfaat lebih besar bagi
banyak orang.

Baca juga: Kisah Guru di Pedalaman Purwakarta: Tiap Hari Tempuh Jalan Licin dan Berbatu 20 Km

"Menjadi dosen merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tenaga pendidik. Sedangkan menjadi pengusaha juga bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian banyak orang," ucap Tini.

Alasan mengundurkan diri dari UI karena ingin memulai usaha di rumah melestarikan resep kuliner tradisional milik ibu mertuanya, yakni arem-arem mie atau lontong mie.

Selain memiliki hobi masak, Tini dan suami memiliki cita-cita yang cukup tinggi karena ingin membuka lapangan pekerjaan kepada banyak orang sehingga manfaatnya dapat terasa lebih luas.

“Setelah mencapai mimpi saya sebagai tenaga pendidik, kini saya memiliki mimpi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dari sisi ekonomi," ujar Tini.

Baca juga: Sosok Mahasiswi Asal Wonogiri Jadi Penjual Kambing, Harus Bagi Waktu Kuliah & Kerja, Kisahnya Viral

Tini kini menjadi owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully yang berlokasi di jalan Kelapa Dua Raya No. 36, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Arem-arem mie, kata Tini, merupakan kuliner yang cukup langka ditemukan. Tini berharap kuliner arem-arem mie dari Aremie Hj. Rully bisa lebih eksis.

"Belum ada yang dagang ini secara serius, tapi kami melihatnya peluang dan berprospek bagus," kata Tini.

Dalam waktu setahun, Aremie Hj. Rully miliknya kini telah memiliki 5 gerai dan memperkerjakan 15 orang karyawan serta mampu memproduksi hingga 9.000 butir arem-arem mie setiap bulannya.

Selain di Depok, juga terdapat di Stasiun MRT Lebak Bulus, Kemang, Kemanggisan, dan Kelapa Gading.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas