Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tolak Harga BBM Naik, Buruh ke Jokowi: Kalau Tak Mampu Mending Resign!

Massa buruh meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk resign jika tak mampu memimpin Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tolak Harga BBM Naik, Buruh ke Jokowi: Kalau Tak Mampu Mending Resign!
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Massa buruh meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk resign jika tak mampu memimpin Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa buruh meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk resign jika tak mampu memimpin Indonesia.

Hal itu disampaikan Koordinator Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bekasi Guntoro di sela-sela aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

"Kalau memang sudah tidak mampu untuk memimpin negeri yang kaya raya ini, ya mending resign aja," kata Guntoro di depan Gedung DPR, Selasa (6/9/2022).

Guntoro mengatakan kenaikan harga BBM bakal berdampak terhadap naiknya juga harga bahan pokok.

"Jadi pemerintah tolong dipikir mengeluarkan kebijakan untuk rakyat," ungkap Guntoro.

Sementara, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya akan menggelar aksi hingga Desember 2022 menolak kebijakan tersebut.

"Aksi ini hanya awalan dan akan terus menerus sampai bulan Desember," kata Iqbal di lokasi.

Baca juga: Buruh Nyanyikan Lagu Harga BBM Naik Tinggi Sekali Saat Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR

Rekomendasi Untuk Anda

Iqbal menuturkan melalui aksi tersebut buruh berharap Presiden Jokowi mencabut keputusannya.

"Kita harus yakinkan Presiden Jokowi bahwa keputusan beliau tidak tepat dan menyengsarakan rakyat," ujarnya.

Ia menyebut pihaknya juga sedang mempertimbangkan rencana untuk menggelar mogok nasional.

Massa mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyuarakan aksi protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022). Mahasiswa meminta pemerintah menganulir kenaikan BBM.Warta Kota/Henry Lopulalan
Massa mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyuarakan aksi protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022). Mahasiswa meminta pemerintah menganulir kenaikan BBM.Warta Kota/Henry Lopulalan (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

"Kami akan mempertimbangkan mogok nasional karena tiga isu ini saling keterkaitan," ungkapnya.

Ada tiga isu yang dibawa buruh, yakni pertama, tolak kenaikan harga BBM.

Kedua, tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja dan ketiga, naikkan UMK/UMSK Tahun 2023 10-13 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas