Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hujan Deras, Massa Uhamka Tetap Demo Tolak Kenaikan Tarif BBM

Massa aksi demo dari Universitas Muhammadiyah Uhamka tetap melanjutkan aksi demo menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di bawah guyuran hujan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Hujan Deras, Massa Uhamka Tetap Demo Tolak Kenaikan Tarif BBM
Mario Christian Sumampow
Massa aksi demo dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) tetap melanjutkan aksi demo menolak kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) di bawah guyuran hujan. Berdasarkan pantauan, hujan mulai turun di kawasan Patung Kuda, Monas, sekira pukul 16.30 WIB, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi demo dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) tetap melanjutkan aksi demo menolak kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) di bawah guyuran hujan. 

Berdasarkan pantauan, hujan mulai turun di kawasan Patung Kuda, Monas, sekira pukul 16.30 WIB, Jumat (9/9/2022). 

Untuk diketahui, hari ini ada lima titik aksi dari masing-masing kelompok yang berbeda dalam melakukan demo menolak kenaikan tarif BBM

Masing-masing kelompok ini mulai membubarkan diri seiring semakin lebatnya hujan yang turun.

Namun tidak dengan massa Uhamka. Pihaknya tetap melanjutkan aksi dan terus berorasi. 

Dalam orasi, seorang orator dari massa Uhamka menegaskan hujan tidak akan menyurutkan niat pihaknya untuk terus bersuara menyampaikan aspirasi.

Terpantau, aksi terus berlanjut hingga sekira pukul 17.30 WIB. Perlahan-lahan massa aksi Uhamka mulai membubarkan diri.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, hujan masih turun deras dan belum tampak ada tanda-tanda reda.

Diketahui, ada lima titik demo berlangsung bersamaan di kawasan Patung Kuda, Monas, Jumat (9/9/2022) hari ini.

Tujuannya sama, yaitu menolak kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa UMJ Sebut Pemerintahan Jokowi Gagal

Lima titik demo ini diinisiasi oleh lima kelompok yang juga berbeda.

Adapun kelima kelompok ini terdiri dari Aliansi Ojek Online, Universitas Muhamadiyah Jakarta, Kader Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah se-DKI Jakarta, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka). 

Sekadar informasi, pemerintah akhirnya buka suara soal simpang siur harga BBM subsidi yang disebut-sebut bakal naik atau tidak lagi disubsidi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan harga BBM bersubsidi telah disesuaikan.

Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Solar Subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Harga ini mulai berlaku sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas