Tribun

Jabatan Kepala Daerah

M Taufik: Heru Budi Hartono dan Marullah Nyaris Punya Semua Kriteria Jadi Pj Gubernur DKI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menyurati DPRD DKI soal usulan nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. 

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in M Taufik: Heru Budi Hartono dan Marullah Nyaris Punya Semua Kriteria Jadi Pj Gubernur DKI
TRIBUNNEWS/HETUDIN
Politisi Partai Gerindra, M Taufik saat berbincang dengan Tribun Network terkait keputusan Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra yang memecat dirinya, di Jakarta, Rabu (8/6/2022). Meski MKP sudah memutuskan, namun keputusan pemecatan M Taufik belum final karena akan diputuskan langsung oleh Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menyurati DPRD DKI soal usulan nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. 

Mendagri minta DPRD menyiapkan 3 nama calon dengan batas waktu penyerahan 16 September 2022, atau sebulan sebelum masa jabatan Anies Baswedan berakhir pada 16 Oktober.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, M Taufik mengungkap sejumlah nama yang masuk dalam pertimbangan dirinya. 

Antara lain Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marullah Matali, serta Deputi IV KSP Juri Ardiantoro.

Menurut Taufik, beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh sosok Pj Gubernur DKI adalah paham soal Jakarta, paham pemerintahan di lingkup ibu kota, punya kompetensi, serta punya kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Menurut saya harus memenuhi beberapa kriteria yang pertama adalah paham soal Jakarta  kedua paham soal pemerintahan DKI jakarta punya kompetensi  yang keempat punya kedekatan dengan Presiden," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Dari kriteria-kriteria tersebut, Taufik menyebut sosok Heru Budi Hartono yang paling paham soal Jakarta. Heru juga dinilai punya kedekatan yang lebih dengan Jokowi.

"Dari 3 nama yang berkembang Heru menurut saya paham soal Jakarta karena dia pernah, paham soal pemerintahan DKI Jakarta," ungkapnya.

Heru juga dipandang punya kompetensi mengelola pemerintahan di DKI dan punya kedekatan dengan Presiden.

Baca juga: Masa Jabatan Anies Habis Oktober 2022, Kemendagri Belum Ajukan Nama Penjabat Gubernur DKI Ke Jokowi

Mengingat, Heru lama berkarier di Pemprov DKI dengan menduduki jabatan Wali Kota Jakarta Utara pada 2014, dan mengemban posisi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI.

"Jadi kalau ngomong kriteria itu, menurut saya yang paling mumpuni sebenarnya adalah Heru," ujar mantan Wakil Ketua DPRD DKI.

Namun menurut Taufik, sosok yang memiliki peluang cukup besar adalah Sekda DKI Marullah Matali. Pasalnya selain punya kompetensi yang sama dengan Heru, Marullah punya 4 kriteria yang sebelumnya ia jabarkan.

"Sekda punya 4 kriteria, tapi Heru menurut saya lebih dekat," kata dia.

Di luar nama Heru dan Marullah, Taufik menyebut nama Juri Ardiantoro. Namun Juri dinilai tak punya pengalaman mengelola Pemprov DKI.

"Juri tidak punya pengalaman mengelola Pemprov DKI Jakarta. (Tapi) Juri punya kedekatan juga dengan Jokowi," pungkasnya.

Sebagai informasi, 3 nama calon ini akan disandingkan dengan 3 nama lainnya yang dipilih Kemendagri. Satu nama calon terpilih akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo untuk menjabat Pj Gubernur DKI.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas