Tribun

Polisi Terlibat Narkoba

Ini Pertimbangan Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Selain Dody, dua tersangka lain juga melakukan hal yang sama yakni Linda Pujiastuti dan Samsul Ma'rif.

Editor: Erik S
zoom-in Ini Pertimbangan Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator
sumbar.polri.go.id
Mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara akan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait kasus narkoba yang membelitnya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara akan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dody kini adalah tersangka peredaran narkoba yang melibatkan Irjen Teddy Minahasa.

Baca juga: Irjen Teddy Minahasa Simpan Kontak WA Tersangka Linda Jadi Anita Cepu

Kuasa hukum AKBP Dody, Adriel Viari Purba menjelaskan, pengajuan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat keterangan dari para kliennya bahwa dalang dalam kasus itu adalah Teddy Minahasa.

“Hari Senin kami akan bersurat ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) untuk meminta perlindungan klien kami," kata Adriel, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Sabtu (22/10/2022).

Selain Dody, dua tersangka lain juga melakukan hal yang sama yakni Linda Pujiastuti dan Samsul Ma'rif.

Ketiga orang tersebut merupakan saksi kunci yang dapat menjelaskan secara gamblang seperti apa peran Teddy.

"Karena WA (WhatsApp) langsung (ke klien). Jadi kami akan mengajukan juga justice collaborator kalau pengajuan kami diterima LPSK,” ujar Adriel.

Baca juga: Irjen Teddy Minahasa Dituding Perintahkan AKBP Dody Ganti Barang Bukti Narkoba dengan Tawas

Ia mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan usai dirinya mendapat penjelasan langsung dari Dody. Apalagi kliennya itu menjalani aksinya tersebut dengan penuh tekanan.

"Walaupun dalam hatinya menolak, dia bilang gini, 'gue ini Kapolres Bukittinggi, dia (Teddy) Kapolda Sumbar, jelas dia pimpinan tertinggi,” lanjut dia.

Adriel mengungkapkan bahwa Doddy sudah mencoba menolak, tetapi Teddy mendesaknya.

“Berkali-kali saya bilang 'nggak berani jenderal'. Namun pihak TM tetap mendesak dan akhirnya dia terima menjalankan perintahnya agar loyal, walaupun dia tidak punya niat,” katanya.

Adriel Viari Purba sebelumnya mengatakan pihaknya menuding Irjen Teddy Minahasa memberi perintah mengganti barang bukti narkoba jenis sabu dengan tawas.

Baca juga: Latar Belakang Dita, Sosok yang Diduga Kekasih Doddy Sudrajat: Lulusan S2, Sama-sama Pernah Menikah

Hal itu berdasarkan bukti chat Irjen Teddy Minahasa ke Doddy selaku kliennya. Penggantian sabu yang berhasil disisihkan dengan tawas tersebut dari hasil pengungkapan kasus.

"Itu perintah pak TM, pada saat saya mendampingi klien kami di BAP semua menjelaskan seperti itu. Dan ada dalam chat, 'mas tukar sabu dengan tawas, seperempat'," katanya, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/10/2022).

Atas perintah tersebut, kata Adriel, Dody mengikutinya dengan meminta Samsul Ma'rif yang juga merupakan orang kepercayaannya. Samsul saat ini juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Baca juga: Irjen Teddy Minahasa Disebut Perintahkan Sisihkan Barang Bukti Narkoba untuk Bonus ke Anggota Polisi

"Makanya dia (Dody) meminta Arif, tangan kanannya menukar tawas dengan sabu," ujar Adriel.

"Arif juga menolak, bahkan mereka ribut. Ini perintah Pak TM, tahu mau gimana, ini penjelasan Dody," lanjutnya. (M31)

Penulis: Ramadhan L Q

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pekan Depan AKBP Dody Prawiranegara akan Ajukan Diri jadi Justice Collaborator ke LPSK

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas