Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Dugaan Bullying Siswa di Toilet Sekolah SMAN 70 Jaksel Dilaporkan, Begini Kata Polda Metro

Siswa kelas 10 diduga dibully oleh kakak kelas 12 di toilet sekolah lantai 2 sekolah di SMAN 70 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Erik S
zoom-in Dugaan Bullying Siswa di Toilet Sekolah SMAN 70 Jaksel Dilaporkan, Begini Kata Polda Metro
freepik
Ilustrasi bullying - Kasus dugaan bullying atau perundungan terjadi di SMAN 70 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban adalah siswa kelas 10 yang diduga dibully oleh pelaku kelas 12 di toilet sekolah lantai 2. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus dugaan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah kembali terjadi.


Kali ini korbannya siswa kelas 10 yang diduga dibully oleh pelaku kelas 12 di toilet sekolah lantai 2 sekolah di SMAN 70 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2024) siang.


Orangtua korban berinisial D telah membuat laporan ke Polrestro Jakarta Selatan pada Rabu (4/12/2024) dengan nomor LP/B/3769/XII/2024/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.

Baca juga: Korban Bully di SMP Surabaya Diimingi Rp500 Ribu untuk Cabut Laporan, Penyidik Ragukan Keterangan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary mengimbau seluruh pihak utamanya orang tua dan pihak sekolah lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.


“Kami mengimbau agar orang tua terus memantau aktivitas anak-anak mereka, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Selain itu, pihak sekolah juga perlu lebih aktif dalam melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya kekerasan antar siswa,” kata Ade Ary dalam keterangannya, Kamis (12/12/2024).


Ade Ary menambahkan peran guru sangat penting dalam mendeteksi potensi konflik antar siswa. 

Berita Rekomendasi


“Hal ini untuk melindungi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.


Polisi akan menyelidiki kasus ini untuk mengungkap fakta lebih lanjut dan memastikan para pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya.


Kronologi kasus bullying ini bermula saat anak korban dipanggil oleh teman sekelasnya untuk datang ke toilet. 


Setibanya di lokasi, anak korban mengaku tangannya ditarik oleh salah satu terlapor berinisial F alias C.

Baca juga: Santri yang Pukul Seniornya hingga Tewas di Gresik Dilandasi Motif Dendam Sering Di-bully

Terjadi kesalahpahaman yang membuat F emosi dan melakukan penganiayaan dengan memukul ulu hati korban hingga terjatuh. 


Tak berhenti di situ, F memaksa korban berdiri dan kembali memukulnya.


Penganiayaan tidak hanya dilakukan oleh F. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas