Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Diberi Uang, Pria di Ciputat Tangerang Selatan Mengamuk Lempar Ibunya Pakai Pot Bunga

Pria berusia 29 tahun bernama Heri Maulana melempar ibunya pakai pot bunga gara-gara tak diberi uang. Peristiwa terjadi Ciputat Tangerang Selatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tak Diberi Uang, Pria di Ciputat Tangerang Selatan Mengamuk Lempar Ibunya Pakai Pot Bunga
Freepik
ILUSTRASI PENGANIAYAAN - Pria berusia 29 tahun bernama Heri Maulana menganiaya ibunya setelah tak diberi uang di , Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pria berusia 29 tahun bernama Heri Maulana melakukan tindakan tidak terpuji kepada ibunya inisial M (60).

Hanya karena tidak diberikan uang, pelaku melempar pot bunga hingga pecah ke arah korban.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Bacang RT 01/09 Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Banten.

Mirisnya insiden itu berlangsung saat momen Hari Raya Idul Adha 2025, Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menerangkan awal mula kasus tersebut.

Baca juga: Pria Mabuk di Solo Aniaya Ibu Gegara Tak Diberi Uang Buat Beli RokoK, Pelaku Dibawa ke RSJ

Berawal dari pelaku meminta uang kepada ibunya untuk keperluan yang tidak dijelaskan.

"Namun oleh ibu pelaku tidak diberi karena sudah terlalu sering meminta uang," kata Bambang dalam keterangan, Sabtu (7/6/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaku pun marah dan mengamuk kemudian menyerang orang tuanya dengan melempar pot bunga.

Baca juga: Tetangga Dengar Suara Minta Tolong saat Aipda Nikson Aniaya Ibu hingga Tewas di Bogor

Korban selaku orang tua pelaku memberitahukan hal tersebut kepada Ketua RT inisial D.

Pengurus wilayah di lokasi kejadian lantas menghubungi Binmas.

Di mana Bhabinkamtibmas Kelurahan Cempaka Putih Aipda Ari Cahyono langsung datang ke rumah korban.

"Binmas Kelurahan Cempaka Putih bersama ketua RT memfasilitasi untuk persoalan ini dimusyawarahkan, dan akhirnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dan pelaku meminta maaf kepada orang tuanya," kata Bambang.

Berdasarkan keterangan saksi Ketua RT bahwa pelaku sering marah-marah.

Hal itu kerap terjadi setelah pelaku cerai dari istrinya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas