Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kebakaran Vihara Cilincing Jakut, Pak Dimas Terbangun karena Suara 'Pletek-pletek' Misterius

Pak Dimas terbangun karena suara 'pletek-pletek', api besar melahap vihara Cilincing. 130 KK selamat, kerugian capai Rp1 miliar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Kebakaran Vihara Cilincing Jakut, Pak Dimas Terbangun karena Suara 'Pletek-pletek' Misterius
Freepik.com/partystock
ILUSTRASI KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api di gedung vihara yang terbakar di Cilincing, Jakarta Utara, Senin dini hari (9/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana dini hari di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, mendadak berubah mencekam pada Senin (9/6/2025) sekitar pukul 01.30 WIB. 

Api besar melahap sebuah gedung vihara di Jalan Cilincing Lama Nomor 3, RT 05 RW 04, Kelurahan Cilincing.

Peristiwa bermula ketika seorang warga bernama Pak Dimas terbangun dari tidurnya karena mendengar suara aneh di atap rumahnya. 

Bukan suara hujan seperti biasanya, melainkan bunyi aneh seperti rintik yang berulang: "pletek, pletek."

“Pak Dimas sedang tidur mendengar suara seperti hujan 'pletek, pletek’,” kata Gatot Sulaiman, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan Jakarta Utara, Senin (9/6/2025).

Baca juga: Polisi Ungkap 2 Dugaan Penyebab Kebakaran di Penjaringan Jakarta Utara

Karena curiga, Pak Dimas keluar dan mendapati kobaran api sudah membesar di plafon altar api vihara. Ia langsung turun ke lantai bawah dan segera melapor kepada Pak Haji yang berada di sekitar lokasi.

“Kemudian turun ke lantai bawah untuk melapor ke Pak Haji," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan cepat itu berujung pada respons dari petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak 13 unit mobil damkar dan 47 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Pemadaman dimulai pukul 01.36 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 03.14 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Namun, api sempat membakar area seluas sekitar 300 meter persegi, dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Sebanyak 130 kepala keluarga (KK) berhasil dievakuasi dan terselamatkan dari kobaran api yang sempat mengganas itu.

Menurut hasil investigasi awal, kebakaran diduga disebabkan oleh fenomena kelistrikan yang memicu percikan api di area altar.

Baca juga: Buntut Tewasnya Bocah 6 Tahun karena Kebakaran di Aceh Utara, Pejabat Damkar hingga BPBD Dicopot

"Sebab (kebakaran) fenomena listrik," tambah Gatot.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan risiko korsleting listrik di kawasan padat penduduk, terlebih saat malam hari ketika kebanyakan warga sedang terlelap.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas