Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pedagang Bubur di Cikini Jakarta Diperas Dua Pria Ngaku yang Punya Wilayah

Seorang pedagang bubur di Cikini, Menteng, Jakarta Barat mengalami pemerasan yang dilakukan oleh dua orang yang mengaku penguasa wilayah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Pedagang Bubur di Cikini Jakarta Diperas Dua Pria Ngaku yang Punya Wilayah
Grid Oto/Aro
PEMERASAN - Ilustrasi pengeroyokan. Pedagang bubur di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat mengalami pemerasan oleh dua orang yang mengaku sebagai penguasa wilayah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pedagang bubur berinisial HMAM menjadi korban pemerasan oleh dua pria inisial A dan DF di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Aksi pemerasan itu tepatnya di Jalan Cilosari, sebelah KFC Cikini pada Jumat (25/7/2025) pukul 07.30 WIB.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak membenarkan pelaku berjumlah dua orang pria.

Pelaku A datang lebih dulu disusul pelaku DF beberapa saat kemudian.

Ketika itu korban sedang berjualan seperti biasa di pagi hari mencari nafkah untuk keluarganya.

“Kedua pelaku mendatangi korban dan mengaku sebagai pihak yang menguasai wilayah tersebut,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).

Tak jelas maksud dua pria yang berlagak sok jago tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Keterangan yang diperoleh pihak kepolisian bahwa pelaku yang memegang wilayah di tempat pelapor berjualan.

Pelaku A disebut sempat mengancam korban agar segera mentransfer sejumlah uang.

Kalimat yang dilontarkan rupanya desakan agar korban mentransfer uang untuk pelaku.

"Sudah cepat transfer, kalau tidak nanti anak-anak turun."

Merasa takut dengan ancaman tersebut korban tak punya pilihan lain.

Korban akhirnya mentransfer uang kepada pelaku sebanyak dua kali.

Tak dijelaskan berapa nominal uang yang dikirim ke nomor dua pria itu.

Usai kejadian, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat guna pengembangan lebih lanjut.

Satu orang saksi inisial K sudah diminta keterangan dan kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas