Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pedagang Glodok Meninggal Mendadak, Tak Ada Warga yang Menolong Saat Kritis

Korban sempat kejang di depan toko kawasan Glodok, tapi tak satu pun warga membawanya ke rumah sakit hingga dinyatakan meninggal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pedagang Glodok Meninggal Mendadak, Tak Ada Warga yang Menolong Saat Kritis
Tribun Batam
PERTOLONGAN - Ilustrasi jenazah. Pedagang berinisial I meninggal dunia di depan pertokoan kawasan Glodok, Jakarta Barat, Kamis (14/8/2025), setelah mengalami kejang mendadak dan tak sempat dibawa warga ke rumah sakit. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang pedagang berinisial I meninggal dunia secara mendadak di depan pertokoan kawasan pusat perbelanjaan Glodok, Jalan Kemenangan Raya, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis siang, 14 Agustus 2025.

Miris, tak seorang pun warga sekitar memberi pertolongan saat korban dalam kondisi kritis sebelum menghembuskan nafas terakhir.

I, pria paruh baya yang sehari-hari berjualan di Jalan Kemenangan Raya, sempat mengeluh sakit lambung sejak pagi.

Menurut keterangan saksi, ia tetap melanjutkan aktivitas berdagang meski rasa sakit makin menjadi.

“Sekitar pukul 13.00 WIB korban kembali mengeluh rasa sakit di bagian lambung kepada saksi lain, tetapi korban dapat menahan rasa sakit tersebut dan melanjutkan berdagang,” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Jumat (15/8/2025).

Namun, hanya 30 menit kemudian, korban duduk lemas dan meminta obat lambung yang biasa ia konsumsi, lansoprazole. Setelah menelan satu kapsul, ia kembali berdagang. Tak lama berselang, tubuhnya ambruk dan mengalami kejang hebat.

“Dalam keadaan tiduran korban mengeluarkan air seni, wajah membiru, lalu tidak sadarkan diri,” ungkap Reonald.

Rekomendasi Untuk Anda

Petugas puskesmas yang tiba di lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia.

Namun, yang menjadi sorotan adalah respons warga sekitar. Istri korban, yang datang belakangan, mempertanyakan mengapa tak ada satu pun orang yang membawanya ke rumah sakit saat kondisi kritis.

“Istri korban mempertanyakan, mengapa tidak ada warga yang membawa korban ke rumah sakit,” kata Reonald.

Baca juga: VIRAL Video Dugaan Penganiayaan Ibu Hamil 8 Bulan di Maros Sulsel, Pelaku Suami Siri Korban

Kematian mendadak di ruang publik bukan hal baru, namun minimnya respons darurat dari warga sipil menimbulkan kekhawatiran. Apakah karena ketidaktahuan, ketakutan, atau ketidaksiapan menghadapi situasi kritis?

Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Metro Tamansari. Belum ada indikasi tindak kriminal, namun penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya edukasi publik tentang pertolongan pertama dan pentingnya kepedulian sosial dalam situasi darurat. Di tengah hiruk-pikuk kota, nyawa seseorang bisa bergantung pada keberanian orang-orang di sekitarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas