Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hindari Kericuhan Demo, Pengemudi Ojol Ini Pilih Narik dari Pagi hingga Siang

Aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di sejumlah titik Jakarta pada 28 dan 29 Agustus 2025 membuat sebagian warga harus ekstra waspada

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Hindari Kericuhan Demo, Pengemudi Ojol Ini Pilih Narik dari Pagi hingga Siang
Tribunnews/Jeprima
HALTE DIRUSAK - Petugas membersihkan puing-puing sisa halte bus TransJakarta usai demonstrasi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Tampak terlihat halte Polda Metro Jaya, Jakarta, masih tampak menghitam dengan puing berserakan pada Sabtu (30/8) pagi. terlihat kaca jendela pecah dan serpihannya berserakan di lantai. Bagian atas dan atap halte juga tampak menghitam serta terdapat beberapa coretan. Situasi itu terjadi akibat ulah orang tak bertanggung jawab dalam aksi unjuk rasa pada Jumat (29/8) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di sejumlah titik Jakarta pada 28 dan 29 Agustus 2025 membuat sebagian warga harus ekstra waspada, termasuk para pengemudi ojek online (ojol). 

Salah satunya adalah Rizky, pengemudi ojol yang sehari-hari mangkal di Stasiun Palmerah.

Rizky mengaku harus lebih selektif dalam menerima pesanan demi menghindari area yang terdampak bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan.

“Kalau rutenya ke KS Tubun atau Pejompongan, kita nggak berani ambil. Lihat-lihat dulu sebelum terima order,” ujar Rizky saat ditemui di Palmerah, Minggu (31/8/2025).

Beberapa titik yang sempat mengalami eskalasi kericuhan antara lain Jalan Petamburan, Jalan Pejompongan, Jalan Gatot Subroto depan Kompleks DPR/MPR, Jalan Palmerah Utara menuju Pasar Palmerah, dan Jalan Gatot Subroto arah Grogol.

Jika mendapat pesanan yang mengarah ke lokasi-lokasi tersebut, Rizky memilih untuk menolak dengan terlebih dahulu memberi penjelasan kepada calon penumpang.

Baca juga: Estimasi Kerugian Halte Transjakarta dan MRT yang Rusak Pascademo, Capai Rp 55 Miliar

“Saya bilang baik-baik, ‘Kak, sekarang lagi bahaya. Pulangnya maleman aja atau cari rute lain. Hati-hati ya.’ Alhamdulillah mereka ngerti,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal di Ciledug, Tangerang, Rizky punya strategi tersendiri agar tetap bisa memenuhi target harian meski situasi kota tak menentu. 

Ia memilih untuk beroperasi sejak pagi hingga siang hari, saat kondisi jalan masih relatif aman.

“Kericuhan biasanya mulai sore. Jadi saya narik pagi sampai siang, udah dapet Rp150 ribu, langsung istirahat,” katanya.

Menurut Rizky, pengemudi ojol harus pintar-pintar membaca situasi. 

Selain demi keselamatan diri, keputusan ini juga membantu penumpang agar tidak terjebak di tengah kericuhan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas