Satu Korban Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta Dirujuk ke RSCM Jalani Operasi Plastik
Kombes Budi mengatakan masih 20 korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit.
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta dirujuk ke RSCM operasi bedah plastik
- 20 korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit
- Pelaku hingga kini belum bisa diminta keterangan karena kondisi masih masa pemulihan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang masih dirawat di rumah sakit berjumlah puluhan orang.
Satu pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untik menjalani operasi plastik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan Kamis (13/11/2025) malam mengatakan satu korban itu dengan inisial LH.
Baca juga: Prasetyo Hadi Minta Wacana Pembatasan Game Online Pasca Ledakan di SMAN 72 Tak Disalahartikan
“Satu pasien atas nama LH di rujuk ke RSCM untuk menjalani operasi bedah plastik,” ucapnya.
Kombes Budi mengatakan masih 20 korban ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit.
“RS Islam Jakarta merawat 13 orang, RS Yarsi merawat 6 orang, dan RS Polri merawat 1 orang,” ujar Alumni Akpol 2000 ini.
Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya memeriksa 46 saksi anak terkait insiden ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi Jumat (7/11/2025).
Saksi anak tersebut berstatus sebagai siswa/siswi.
Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan kegiatan observasi dari tim Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).
Selain itu, anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) terduga pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta kondisinya sudah sadar.
Baca juga: Anggota Komisi III DPR Rudianto Lallo Apresiasi Kapolda Metro Jaya Tangani Ledakan SMAN 72 Jakarta
Hanya pelaku ABH hingga kini belum bisa diminta keterangan karena kondisi masih masa pemulihan.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang memiliki kepribadian tertutup.
“ABH dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang bergaul, dan tertarik pada konten-konten kekerasan,” ujar Irjen Asep dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).
Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ABH bertindak secara mandiri dan tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme mana pun.
“Dari hasil penyelidikan, anak tersebut merupakan siswa aktif di sekolah dan bertindak sendiri, tidak ada indikasi keterlibatan jaringan tertentu,” jelasnya.
Baca tanpa iklan